KPLP menegaskan bahwa setiap bentuk pelanggaran internal, baik keterlibatan petugas dalam penyelundupan barang terlarang maupun pembiaran terhadap aktivitas yang mengganggu keamanan, tidak akan ditoleransi.
Jajaran KPLP juga terus mengintensifkan pemeriksaan rutin, pengawasan blok secara berkala, peningkatan kontrol lalu lintas barang, serta penggunaan metode deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Koordinasi internal diperkuat untuk memastikan setiap personel memahami prosedur tetap (SOP) pengamanan dan menjalankannya secara konsisten.
Baca Juga:
Dorong Budaya Kerja Berintegritas, Herry menegaskan bahwa penguatan integritas harus dimulai dari kesadaran individu setiap petugas. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Lapas Medan hanya dapat terjaga apabila seluruh aparatur bekerja sesuai aturan dan menjunjung tinggi nilai profesionalisme.
"Saya ingin seluruh jajaran menunjukkan bahwa Lapas Kelas I Medan adalah institusi yang bersih, transparan, dan profesional. Tidak ada alasan untuk bermain-main dengan pelanggaran. Komitmen kita bersama adalah menjaga marwah lembaga," ujar Herry.
Baca Juga:
Kalapas juga menginstruksikan agar proses pembinaan personel dilakukan lebih intensif, termasuk melalui peningkatan pengetahuan mengenai standar pengamanan, etika jabatan, serta kemampuan menghadapi potensi gangguan keamanan modern.
Pengawasan Berkelanjutan
Sebagai bentuk tindak lanjut, Lapas Kelas I Medan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap sistem pengamanan dan perilaku petugas. KPLP bersama jajaran struktural lainnya diminta memperkuat mekanisme pengawasan internal dan melaporkan setiap potensi pelanggaran secara cepat dan akurat.
Kegiatan ini menandai komitmen Lapas Kelas I Medan dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, dan bebas dari praktik penyimpan.(Rez)
Tags
beritaTerkait
komentar