Rabu, 11 Februari 2026

Mahasiswa USU Tingkatkan Literasi Digital Siswa SMP Muhammadiyah 3 Medan Lewat Sosialisasi Media Sosial Aman

Faliruddin Lubis - Selasa, 25 November 2025 17:13 WIB
Mahasiswa USU Tingkatkan Literasi Digital Siswa SMP Muhammadiyah 3 Medan Lewat Sosialisasi Media Sosial Aman
IST
Mahasiswa USU dari Kelompok 48 MKWK Pendidikan Berkualitas melaksanakan proyek sosialisasi bertajuk, “Membangun Kesadaran Siswa dalam Menggunakan Media Sosial secara Aman dan Bertanggung Jawab” di SMP Muhammadiyah 3 Medan, Selasa (21/10/2025).

POSMETRO MEDAN,Medan - Medan — Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dari Kelompok 48 MKWK Pendidikan Berkualitas melaksanakan proyek sosialisasi bertajuk, "Membangun Kesadaran Siswa dalam Menggunakan Media Sosial secara Aman dan Bertanggung Jawab" di SMP Muhammadiyah 3 Medan, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi digital siswa, tetapi juga menjadi model kolaborasi inovatif antara kampus, sekolah, dan mentor dalam menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks.

Sosialisasi yang berlangsung selama 90 menit tersebut menggunakan metode pembelajaran interaktif berupa penyampaian materi, diskusi kelompok, simulasi kasus, role-playing, permainan edukatif, hingga kuis. Pendekatan berbasis partisipasi ini terbukti membuat siswa lebih aktif memahami isu penting seperti cyberbullying, pencurian data, privasi digital, hoaks, dan etika bermedia sosial.

Baca Juga:

Ancaman Digital Tinggi, Literasi Digital Jadi Kebutuhan Mendesak

Sebagian siswa mengaku belum sepenuhnya memahami risiko penggunaan media sosial sebelum kegiatan berlangsung. Mereka masih sering membagikan informasi pribadi tanpa pengawasan, mempercayai informasi yang belum diverifikasi, dan belum memahami dampak serius dari perilaku digital yang tidak etis.

Baca Juga:

"Banyak siswa yang belum mengetahui risiko digital. Karena itu, edukasi seperti ini penting untuk membantu mereka lebih berhati-hati saat berinteraksi di media sosial," ujar Dewi Jernita Hulu, selaku mentor yang mendampingi Kelompok 48.

Inovasi Pembelajaran: Diskusi dan Simulasi Berikan Dampak Nyata

Salah satu inovasi kegiatan ini adalah penggunaan simulasi langsung mengenai cara menghadapi cyberbullying, bagaimana menolak ajakan dari akun tidak dikenal, serta teknik melindungi data pribadi. Siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi mempraktikkan cara bersikap aman di dunia digital.

"Kami ingin siswa bukan hanya tahu, tetapi mampu menerapkan perilaku digital yang aman dalam situasi nyata," jelas Boas Feliks Gideon, Ketua Kelompok 48.

Metode ini selaras dengan prinsip project-based learning dalam MKWK, yang menekankan pembelajaran kontekstual dan menyenangkan.

Kolaborasi Kampus–Sekolah Perkuat Dampak Sosial

Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara mahasiswa USU, Laboratorium Ilmu Dasar (LIDA), Dosen Fasilitator Prof. Dr. Dardanila, M. Hum, mentor, dan pihak SMP Muhammadiyah 3 Medan. Pihak sekolah menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu menciptakan pemahaman baru bagi siswa mengenai keamanan digital.

Kolaborasi ini menegaskan pentingnya keterlibatan institusi pendidikan dalam membentuk karakter digital generasi muda.

Perubahan Sikap dan Kebiasaan Digital Mulai Terlihat

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terkait:

• menjaga privasi dan keamanan akun,

• menggunakan kata sandi yang kuat,

• memverifikasi kebenaran informasi,

• mengendalikan perilaku dalam berinteraksi secara daring,

• memahami dampak jejak digital.

Siswa juga mulai menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati ketika menggunakan media sosial dan lebih siap menghadapi risiko dunia maya.

Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Literasi Digital

Melalui proyek MKWK ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang turut berkontribusi dalam peningkatan literasi digital. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, penyusunan materi, pendampingan siswa, hingga penyusunan laporan merupakan bagian dari implementasi nyata pembelajaran berbasis proyek.

Harapan Keberlanjutan Program

Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan terus dilakukan secara berkala agar literasi digital dapat tertanam kuat sejak usia remaja. "Siswa membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar mereka bisa tumbuh menjadi pengguna media sosial yang bijak dan bertanggung jawab," tambah Boas.

Dengan kolaborasi yang baik antara mahasiswa, Dosen Fasilitator Prof. Dr. Dardanila, M. Hum, mentor, sekolah, dan LIDA USU, program ini memberikan dampak sosial nyata sekaligus menjadi bentuk kontribusi USU dalam membangun generasi cerdas digital.(WIK/REL)

Tags
beritaTerkait
Heboh Isu Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Tere: Mereka Baik-baik Saja
Satlantas Tanjungbalai Police Goes to School Sosialisasi Ops Keselamatan Toba 2026
Sergai Akselerasi Transformasi Pembangunan Lewat Konsultasi Publik RKPD 2027
Sekda Kota Medan Apresiasi Perumda Tirtanadi,Turunkan Tarif Bagi Pelanggan Kategori Tertentu
Bintang Film Ipar Adalah Maut Davina Karamoy, Eh...Kena Gosip Dekat Sama Mantan Pak Menteri
Olla Ramlan dan Brondong TTM Makin Lengket, Sayang Apakah Aku Tua?
komentar
beritaTerbaru