Rabu, 11 Februari 2026

PTPN I Regional 1-JMSI Sumut Gelar Workshop Kebangkitan Tembakau Deli

Rahudman Harahap: Pemerintah Harus Buka Ruang Diskusi
Salamudin Tandang - Sabtu, 29 November 2025 18:02 WIB
PTPN I Regional 1-JMSI Sumut Gelar Workshop Kebangkitan Tembakau Deli
Ist
PTPN I mulai mengembangkan cerutu, varian tembakau lokal yang tengah diuji rasa dan kualitasnya bersama komunitas di Medan.

"Kita tidak kekurangan areal. Dari lahan yang ada saja belum semuanya kami tanami. Yang kami khawatirkan bukan lahannya, tapi lonjakan kebutuhan tenaga kerja. Banyak pekerja sudah terserap ke sektor lain," jelasnya.

Selama tiga tahun terakhir, mereka hanya menanam empat hektare karena keterbatasan SDM. Namun mulai 2025, skala penanaman ditingkatkan:

Baca Juga:

"Tahun 2025 kami tanam 20 hektare dan tenaga kerjanya tersedia. Tahun depan kami buka lagi 50 hektare. Lalu 2027 kami targetkan 150 hektare. Bertahap, tapi pasti."

PTPN I juga mencatat peningkatan produktivitas signifikan.

Baca Juga:

"Selama ini hanya 400–450 kg per hektare. Tahun 2025 kami sudah dapat 700 kg. Itu target kami: produksi naik, biaya turun, dan lebih kompetitif."

Ia menegaskan bahwa tingginya biaya produksi tembakau harus ditekan agar mampu bersaing di pasar internasional.

Selain itu, pihaknya juga mulai mengembangkan jurutu, varian tembakau lokal yang tengah diuji rasa dan kualitasnya bersama komunitas di Medan.

JMSI Sumut: Media harus ambil peran mengawal sejarah Tembakau Deli

Ketua JMSI Sumut Rianto SH MH menegaskan bahwa media harus hadir mengawal sejarah, identitas, dan masa depan Tembakau Deli.

Tags
beritaTerkait
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus
Abaikan Standar K3, Pembongkaran Reklame oleh Satpol PP Medan Menuai Kecaman Keras
Viral! Biawak Terjepit di Sok Breker dan Roda Depan Sepeda Motor Emak-emak di Binjai
Wujud Nyata Saling Tolong-menolong dalam Kebaikan dan Ketaqwaan
2 Kajari di Sumut Dicopot Usai Diperiksa Kejagung, Diduga Terkait Pengutipan Uang ke Kades
Kelurahan Sukamaju Raih Juara Umum MTQ ke-59 Kecamatan Medan Johor
komentar
beritaTerbaru