Rabu, 11 Februari 2026

Ikatan Alumni USK Sumut Salurkan Donasi ke Aceh Tamiang

Evi Tanjung - Selasa, 16 Desember 2025 16:29 WIB
Ikatan Alumni USK Sumut Salurkan Donasi ke Aceh Tamiang
den
Alumni USK Sumut saat menyalurkan donasi ke korban bencana alam di Aceh Tamiang

POSMETRO MEDAN, Medan -Ikatan Alumni Unsyiah tak mampu menyembunyikan rasa haru dan sedih saat mendengar kabar duka dari Tanah Aceh. Bencana Alam pada 27 November 2025 kemarin telah memporak-porandakan sejumlah wilayah di Aceh, terutama di wilayah Aceh Tamiang.

Ketua Ikatan Alumni Unsyiah atau USK Sumut Haji Ir Masrizal Batubara MM menilai harus melakukan aksi solidaritas untuk membantu penderitaan warga Aceh. Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggungjawab sosial demi meringankan beban para korban bencana.

"Kita mengumpulkan donasi dari para alumni dan rekanan. Bantuan yang sudah disalurkan berupa kebutuhan pokok, mulai dari kesediaan air bersih, kelengkapan kebersihan, pakaian layak pakai dan sejumlah uang tunai," kata Masrizal saat ditemui, Selasa (16/12/2025) didampingi Sekretaris Ikatan Alumni USK Sumut, Sri Yuni Hartati SH CN di Medan.

Baca Juga:

Menurut Masrizal, mereka berangkat bersama tim beberapa hari lalu ke Aceh Tamiang. Mereka langsung turun ke lokasi yang terdampak bencana agar bantuan bisa tepat sasaran saat disalurkan.

Masrizal mengaku mendapatkan bantuan dari Danyon 111/Karmabhakti Aceh Tamiang

Baca Juga:

Mayor inf Doni Prasetyo SHub Int, MIP saat menyalurkan donasi.

"Dengan niat yang tulus kami terjun ke lokasi bencana. Alhamdulillah. Semua dimudahkan Allah. Hingga Danyon Mayor Inf Doni bersedia membantu kegiatan solidaritas ini berjalan baik, saya ucapkan ribuan terima kasih kepada Danyon," kata Masrizal.

Para Alumni, ujar Masrizal telah menitipkan sebagian harta mereka untuk para korban hingga ke pelosok Aceh Tamiang. Tujuannya agar semangat dan moral para korban bisa kembali pulih dan bangkit kembali pascabencana.

Masrizal mengaku memiliki ikatan emosional dan moral yang kuat dengan Tanah Rencong. Mengingat mereka telah menggali banyak keilmuan saat belajar di Universitas Syah Kuala (USK). Hingga tak ada alasan bagi mereka jika berdiam diri saja.

"Kami bersama 12 orang teman-teman segera melakukan aksi nyata untuk para korban bencana. Sehingga bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat atas dasar rasa persaudaraan dan solidaritas antar sesama serta menumbuhkan semangat gotong royong. Ada tiga titik yang sudah kita salurkan, yaitu Desa Semadam, Desa Manyak Payet dan Manyak Masjid, juga bantuan langsung yang dibagikan di jalan Medan Banda Aceh. Total bantuan ada 348 paket donasi," kata Masrizal.

Namun ada hal yang menganggu pikiran dan hati Masrizal. Yakni, penyebab bencana adalah kayu gelondongan. Sudah jelas terlihat, banyak potongan kayu yang dipotong rapi terbawa arus banjir.

Dia berharap pemerintah bisa mengambil sikap tegas mengusut dan menindak para pelaku penebangan liar di hulu. Sebab bencana kali ini telah berdampak sangat buruk bagi para korban bencana.

"Kalau kita lihat di lapangan, bencana ini mustahil terjadi jika hanya bencana banjir saja. Tapi kenyataannya air dari hulu turun membawa kayu gelondongan. Artinya hutan sudah habis. Saya sangat prihatin dengan situasi ini. Penebangan liar terus terjadi tanpa aturan sehingga berakibat fatal bagi banyak sektor hingga infrastruktur hancur, ayolah kita sadar. Janganlah sembarangan dengan seenak hati memperkaya diri sendiri, ayolah kita berubah," ungkap Masrizal.(den)

Tags
beritaTerkait
Susuri Sungai ke Dusun Sarah Raja Aceh Utara, Tim ARUS Melawan Arus
Puskesmas Sentosa Baru Dan KUA Medan Perjuangan Salurkan Donasi Bantuan ke Aceh Tamiang
Germanas dan Volunteer Medan Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Desa Aras Sembilan, Aceh Tamiang
Rico Waas Beri Solusi Akta Hilang Akibat Banjir , Evaluasi Puskesmas  dan Perbaikan Infrastruktur
Polemik Bantuan Beras UEA di Medan, KSPSI AGN Sumut Nyatakan Siap Jadi Jembatan Distribusi Donasi Internasional
Hebat! Berbutnya Selain Alat Isap ada Drone Pemantau, Bro!
komentar
beritaTerbaru