Rabu, 18 Februari 2026
Protes Keras Audit PT TPL

Horas Bangso Batak: Ini Upaya Selamatkan Perusahaan, Harus Tutup!

Evi Tanjung - Rabu, 17 Desember 2025 19:40 WIB
Horas Bangso Batak: Ini Upaya Selamatkan Perusahaan, Harus Tutup!
dam
Ketua HBB Lamsiang Sitompul

POSMETRO MEDAN, Medan – Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul, sampaikan pernyataan keras kepada Presiden dan Menteri Kehutanan terkait rencana pemerintah melakukan audit terhadap PT Toba Pulp Lestari (TPL). HBB secara tegas menolak langkah audit tersebut dan mendesak pemerintah untuk langsung mencabut izin operasional perusahaan.

Menurut Lamsiang, proses audit hanya akan menjadi "akal-akalan" pemerintah untuk mengulur waktu dan menyelamatkan perusahaan dari penutupan

Lamsiang menyoroti adanya ketimpangan perlakuan antara PT TPL dengan perusahaan-perusahaan lain yang bermasalah. Ia mempertanyakan mengapa Kementerian Kehutanan bisa langsung mencabut 22 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) seluas 21 juta hektar tanpa melalui proses audit yang berbelit, namun tidak melakukan hal yang sama terhadap PT TPL.

"Kenapa yang lain dicabut? Kok si TPL ini seperti diistimewakan? Yang lain kan langsung dicabut, kok TPL diaudit? Hanya TPL yang diaudit," ujar Lamsiang, Rabu (17/12/2025).

Ia juga menyinggung dugaan adanya relasi kedekatan antara pemilik perusahaan dengan lingkaran kekuasaan sebagai alasan di balik perlakuan khusus tersebut.

"Apakah juga karena kedekatan saudaranya Pak Prabowo dengan pemilik TPL ini, sehingga ini diistimewakan?" lanjutnya.

HBB menilai data mengenai kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh operasional perusahaan sudah lebih dari cukup, sehingga audit teknis tidak lagi diperlukan. Lamsiang memaparkan rentetan bencana yang diduga kuat berkaitan dengan kerusakan ekosistem di wilayah operasional tersebut.

Bencana Alam: Banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan masif. Korban Jiwa: Ribuan orang meninggal dunia dan ratusan lainnya hilang. Kerugian Materiil: Ribuan rumah hanyut tertutup lumpur, serta hancurnya sawah, ladang, jalan, jembatan, hingga fasilitas pendidikan.

"Menurut kami tidak ada lagi yang perlu diaudit. Banjir bandang dan kerusakan... kurang apa lagi?" tegas Lamsiang.

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru