Rabu, 14 Oktober 2026

Krisis Literasi di Dalam Kampus Dan Upaya Untuk Menghidupkan Kembali Tradisi Budidaya Baca, Diskusi Dan Aksi

Faliruddin Lubis - Sabtu, 03 Januari 2026 12:01 WIB
Krisis Literasi di Dalam Kampus Dan Upaya Untuk Menghidupkan Kembali Tradisi Budidaya Baca, Diskusi Dan Aksi
IST
Kelompok Diskusi Mahasiswa.

POSMETRO MEDAN,Medan- Di tengah gemerlap era modern hari ini, kita mengetahui bersama bahwa dunia kampus sejak dahulu dikenal sebagai ruang lahirnya ide, gagasan, pemikiran kritis, serta keberanian intelektual dalam melawan segala bentuk ketidakadilan.

Kampus adalah pusat tradisi keilmuan tempat mahasiswa dibentuk melalui kekuatan literasi, kedalaman argumen, dan keberanian menyampaikan kebenaran.

Namun, tradisi tersebut kini dihadapkan pada sebuah kenyataan pahit: krisis literasi yang semakin nyata. Aktivitas baca, diskusi, dan aksi yang dahulu menjadi denyut nadi gerakan mahasiswa, perlahan memudar bahkan nyaris menghilang.

Baca Juga:

Budaya instan merajalela. Informasi singkat di media sosial lebih diminati dibandingkan kajian mendalam dari buku-buku. Akibatnya, minat bacamahasiswa menurun, diskusi kehilangan substansi, dan kemampuan analisis pun semakin melemah.

Krisis literasi ini tidak hanya tercermin dari rendahnya minat membaca, tetapi juga dari kecenderungan memahami pengetahuan secara dangkal.

Baca Juga:

Di era globalisasi saat ini, banyak mahasiswa membaca semata-mata untuk memenuhi tuntutan tugas akademik, bukan untuk membangun pemahaman, memperluas pengetahuan, ataupun menumbuhkan kesadaran kritis.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, kampus berisiko kehilangan ruh intelektualnya kehilangan perannya sebagai ruang pencerdasan dan pembebasan.

Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran kolektif untuk menghidupkan kembali budaya literasi di lingkungan kampus. Baca, Diskusi, dan Aksi harus dipandang sebagai kebutuhan intelektual mahasiswa, bukan sekadar kewajiban formal.

Hanya dengan memperkuat literasi, kampus dapat kembali menjalankan perannya sebagai ruang pembebasan, pengembangan peradaban, dan pembentukan manusia yang merdeka dalam berpikir. Karena sejatinya, mahasiswa adalah insan merdeka.

Atas dasar kegelisahan tersebut, salah satu kader yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Saintek UINSU hadir dengan sebuah ikhtiar konkret: menyediakan dan menyalurkan berbagai bacaan melalui sebuah wadah akses literasi. Bacaan yang tersedia mencakup beragam tema sejarah, keindonesiaan, keislaman, filsafat, keperempuanan, serta buku-buku penunjang lainnya yang dapat diakses melalui tautan berikut: https://bit.ly/Gandapasaribu_bloggspotbukubacaan

Halaman:
Tags
beritaTerkait
USU Minta Petugas Keamanan Pegang Teguh 3 Prinsip Dasar Ini
Mahasiswa Unimed  Dorong Proyek Kemanusiaan  Potensi TOGA di Desa Sukasari
Pengurus Forum Alumni UINSU Medan Periode 2024–2027 Dikukuhkan
Dini Usman Melalui Deli Art Community Ingin Membuka Ruang Belajar Filsafat Untuk Masyarakat
Maba Diminta Speak up Jika Melihat, Mendengar, ataupun Mengalami Tindak Kekerasan Seksual
UNIMED Gelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan SNPMB 2026 di Hotel Berbintang
komentar
beritaTerbaru