Senin, 30 Maret 2026

Erni Ariyanti dan Jean Calvijn: Dua Institusi, Satu Meja, Satu Agenda Keamanan

Evi Tanjung - Rabu, 07 Januari 2026 19:36 WIB
Erni Ariyanti dan Jean Calvijn: Dua Institusi, Satu Meja, Satu Agenda Keamanan
Ist
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak sambangi DPRDSU bicara keamanan daerah dengan Erni Ariyanti

POSMETRO MEDAN, Medan -

Di ruang kerja Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, siang itu, dua institusi negara bertemu tanpa sekat protokoler yang kaku.

Erni Ariyanti, SH, M.Kn, Ketua DPRD Sumatera Utara, dan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H, Kapolrestabes Medan, duduk berhadap-hadapan bukan sebagai pejabat yang saling menunggu siapa bicara, melainkan sebagai dua penanggung jawab stabilitas daerah.

Pertemuan ini berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara, Imam Bonjol nomor 5 Medan Rabu, (7/1/2026)

Bentuknya silaturahmi, namun substansinya jauh melampaui basa-basi. Inilah audiensi kelembagaan yang mempertemukan fungsi representasi rakyat dan fungsi penegakan hukum, untuk satu tema sentral, keamanan dan dinamika Kota Medan.

Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti didampingi Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Dr. Luthfi Solihin Sirait, S.STP, MAP, Kepala Bagian Fasilitasi Anggaran dan Pengawasan Muhammad Ikhsan, S.STP, MAP, serta Analis Kebijakan Muhammad Sofyan, S.Sos.

Sementara Kapolrestabes Medan Jean Calvijn Simanjuntak hadir bersama jajaran kepolisian.

Dalam pertemuan tersebut, Jean Calvijn memaparkan kondisi keamanan Kota Medan, tantangan kamtibmas, serta perkembangan situasi sosial yang terus bergerak dinamis. Medan, sebagai kota metropolitan di Sumatera, menghadirkan kompleksitas tersendiri dari kepadatan penduduk, mobilitas tinggi, hingga potensi konflik sosial.

Di sisi lain, Erni Ariyanti menempatkan posisi DPRD bukan sekadar lembaga pengawas, tetapi mitra strategis dalam menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat. Bagi DPRD, keamanan bukan isu teknis semata, melainkan fondasi kepercayaan publik terhadap negara dan demokrasi lokal.

Audiensi ini menjadi ruang saling dengar: kepolisian menyampaikan realitas lapangan, parlemen membaca dampaknya bagi masyarakat.

Tidak ada panggung pidato. Yang ada adalah pertukaran perspektif.

Pertemuan ini menegaskan satu hal penting, keamanan daerah tidak bisa berdiri di satu kaki. Ia menuntut kolaborasi antara pembuat kebijakan, pengawas anggaran, dan aparat penegak hukum. Tanpa itu, stabilitas hanya menjadi slogan.

Siang itu, Ketua DPRD Sumut dan Kapolrestabes Medan memberi contoh bahwa negara bekerja bukan hanya melalui instruksi, tetapi melalui dialog antar-institusi.

Dan ketika parlemen dan kepolisian sudah duduk di satu meja, sejauh mana sinergi ini akan dirasakan langsung oleh warga kota.(erni)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru