Selain itu, Badko HMI Sumut juga mendorong Polrestabes Medan untuk terus membuka ruang dialog dan komunikasi dengan elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sosial.
"Pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat adalah kunci menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dan kepercayaan publik," tambah Yusril.
Baca Juga:
Ia menegaskan bahwa Badko HMI Sumut akan terus menjalankan perannya sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi kepolisian. Dukungan akan diberikan terhadap setiap langkah positif, namun kritik juga akan disampaikan secara tegas dan objektif apabila ditemukan penyimpangan atau kebijakan yang tidak berpihak pada rasa keadilan masyarakat.
"HMI sejak awal berdiri memiliki komitmen moral untuk mengawal nilai keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi. Dalam konteks ini, kami siap menjadi mitra kritis Polrestabes Medan demi terciptanya penegakan hukum yang berintegritas dan berpihak kepada kepentingan rakyat," pungkasnya.
Baca Juga:
Dengan demikian, Badko HMI Sumut berharap agar 100 hari kerja Kapolrestabes Medan tidak hanya menjadi catatan awal, tetapi benar-benar menjadi titik tolak perubahan berkelanjutan dalam mewujudkan Kota Medan yang aman, tertib, dan berkeadilan.(REZ)
Tags
beritaTerkait
komentar