Kamis, 12 Februari 2026

Rajamin Sirait: Keberanian Jcs Kunci Keberhasilan Berantas Narkoba

Jafar Sidik - Rabu, 28 Januari 2026 11:30 WIB
Rajamin Sirait: Keberanian Jcs Kunci Keberhasilan Berantas Narkoba
Rajamin Sirait.(Repro)

POSMETRO MEDAN-Upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menuai apresiasi luas dari masyarakat, salah satunya tokoh masyarakat Sumatera Utara: oleh Rajamin Sirait.

Pria yang juga pengusaha transportasi ini menilai langkah tegas dan berkelanjutan aparat kepolisian telah membawa perubahan signifikan terhadap situasi keamanan dan ketertiban di Kota Medan.

Rajamin menegaskan, keberanian Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak dalam menindak jaringan narkoba tidak hanya sebatas penangkapan pelaku, tetapi juga menyasar hingga ke penghancuran kawasan-kawasan yang selama ini dikenal sebagai sumber peredaran narkoba.

Baca Juga:

"Bukan hanya menangkap, tapi menghancurkan semua tempat-tempat kawasan sumber narkoba itu. Dan ini dilakukan terus-menerus, bukan hanya sekali atau sekadar show off," ujar Rajamin.

Menurutnya, penindakan tersebut bahkan merambah hingga ke wilayah Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, yang selama ini tidak banyak diketahui publik sebagai kawasan rawan penyalahgunaan narkotika, termasuk lokasi yang seharusnya digunakan untuk kegiatan positif seperti kepramukaan.

Baca Juga:

Rajamin juga menyinggung kawasan-kawasan yang selama ini dikenal sebagai "legenda hitam" narkoba di Kota Medan, seperti Jermal 15, Jermal 7, dan Jermal 10, yang menjadi bukti betapa seriusnya persoalan narkotika di wilayah tersebut.

Namun, melalui kolaborasi lintas institusi antara Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara, TNI, Brimob, serta satuan terkait lainnya, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak dinilai mampu mengonsolidasikan kekuatan besar dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

"Image masyarakat terhadap aparat yang selama ini dianggap bermain mata, kini terpatahkan. Ini kerja nyata," tegas Rajamin.

Ia juga menyebutkan, dampak dari pemberantasan narkoba tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan signifikan angka kejahatan jalanan, khususnya aksi begal yang sebelumnya sangat meresahkan masyarakat.

"Medan hari ini relatif lebih aman. Jalanan lebih tertib dan rasa aman masyarakat mulai kembali," katanya.

Meski demikian, Rajamin menyoroti pentingnya tindak lanjut dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Medan maupun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Menurutnya, keberadaan lokasi-lokasi peredaran narkoba dalam skala besar tidak mungkin luput dari pengetahuan aparatur pemerintahan setempat.

"Ada pemkot, camat, lurah, kepling. Pertanyaannya, apakah ini pembiaran atau ketidakberanian. Karena tugas polisi adalah memberantas, sedangkan dampak lanjutan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," ujarnya.

Rajamin menilai keberanian dan kepemimpinan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak dalam memimpin operasi besar-besaran menjadi kunci keberhasilan, sehingga kini narkoba tidak lagi mudah diperoleh seperti sebelumnya.

"Pasar narkoba makin sulit. Ini kabar gembira bagi kita semua, khususnya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba," katanya.

Di akhir pernyataannya, Rajamin menyampaikan kebanggaan sebagai warga Medan atas konsistensi dan integritas yang ditunjukkan Kapolrestabes Medan tersebut.

"Kami bangga. Beliau bukan hanya saksi sejarah, tapi pelaku sejarah. Konsisten, sehat, dan kuat. Kota Medan membutuhkan figur seperti Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak," pungkasnya.(Zul)

Tags
beritaTerkait
Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
Komisaris–Direksi Kompak Jalankan Transformasi, Bank Sumut Bidik Kinerja Lebih Kompetitif
Brimob dan Warga Dirikan Hunian Tetap Korban Banjir di Tolang Julu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, 3 Pelaku Diamankan di Setia Budi Medan
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir
komentar
beritaTerbaru