Rabu, 11 Februari 2026

Operasi Keselamatan Toba 2026: Angka Kecelakaan Turun 20 Persen

Salamudin Tandang - Minggu, 08 Februari 2026 19:05 WIB
Operasi Keselamatan Toba 2026: Angka Kecelakaan Turun 20 Persen
Ist
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa penurunan angka kecelakaan dan korban jiwa menjadi capaian penting dalam Operasi Keselamatan Toba 2026.

POSMETRO MEDAN,MEDAN – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang telah berjalan selama 6 hari, Polda Sumut mencatat tren yang sangat positif, khususnya pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan korban jiwa (berdasarkan data laporan operasi keselamatan toba 7 Februari 2026).

Berdasarkan data perbandingan periode hari ke-1 hingga hari ke-6 tahun 2025 dan 2026, jumlah kejadian kecelakaan turun dari 84 kasus menjadi 67 kasus atau menurun sebesar 20,2 persen.

Penurunan paling signifikan terlihat pada angka korban kecelakaan lalulintas, diantaranya korban luka berat mengalami penurunan dari 26 orang menjadi 25 orang, sedangkan korban luka ringan turun dari 101 orang menjadi 92 orang.

Baca Juga:

Tren ini menjadi indikator bahwa pendekatan preventif, edukatif, dan humanis yang dikedepankan dalam operasi mulai memberikan dampak nyata terhadap keselamatan berlalu lintas di Sumatera Utara.

Dari sisi penegakan hukum, pada hari ke-6 tercatat 975 tindakan pelanggaran. Angka ini turun signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.701 kasus, atau mengalami penurunan sebesar 63,9 persen. Penindakan melalui ETLE tercatat 20 kasus dan non-ETLE sebanyak 56 kasus, sementara teguran yang diberikan secara humanis mencapai 894 kali.

Baca Juga:

Secara kumulatif dari hari pertama hingga hari keenam, total penindakan mencapai 7.089 tindakan, dengan dominasi teguran sebanyak 5.479 kali, menunjukkan bahwa pembinaan tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian publik dalam pelaksanaan enam hari adalah pemeriksaan kendaraan angkutan umum, travel, dan truk yang dilakukan melalui ramp check bersama instansi terkait. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan kelayakan teknis kendaraan, kelengkapan surat-surat, hingga kondisi muatan untuk mencegah pelanggaran over dimension dan over loading.

Selain itu, para sopir juga menjalani tes urin guna memastikan mereka dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sebagai langkah pencegahan kecelakaan fatal di jalan raya.

Pada hari keenam, tercatat satu penindakan terhadap kendaraan travel yang tidak sesuai peruntukan serta empat penindakan terhadap pelanggaran over dimension dan over loading.

Secara kumulatif hingga hari keenam, pelanggaran over dimension dan over loading mencapai 11 kasus. Langkah ini menunjukkan komitmen Polda Sumut dalam menjaga keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.

Tags
beritaTerkait
Diduga Kebal Hukum, Bangunan Tanpa PBG di Jalan Karya Amal Tetap Berdiri Megah Meski Pernah Ditindak Satpol PP
Isu Jurnalis Perempuan  di Era Digital , jadi Topik Bahasan FJPI HPN
Plt Camat Medan Johor Resmi Buka MTQ ke-59 Tingkat Kecamatan Tahun 2026
Dua Kadis Mengundurkan Diri, Isu “Sakit” di Era Kepemimpinan Bobby Kian Disorot
Pemko Medan Sambut Kehadiran SPPG Sudirejo II - 003 Sebagai Bagian Dari Upaya Peningkatan Kualitas Masyarakat
Camat Medan Petisah Diduga Izinkan Tanah Eks Koperasi Dipakai Vihara
komentar
beritaTerbaru