Melihat dari Dekat Sosok AKP Hizkia Yosla Cladius Peter Siagian Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Karo
Sosok AKP Hizkia Yosla Cladius Peter Siagian Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Karo.
Profil 29 detik lalu
POSMETROMEDAN, Medan – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara menggelar talk show bertajuk "Jurnalis Perempuan di Era Digital" di Serayu Café and Space, Medan, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara, yakni Mei Leandha, Ketua Divisi Advokasi FJPI Sumut sekaligus jurnalis Tempo, serta Veryanto Sitohang, Direktur Aliansi Sumut Bersatu (ASB) dan Komisioner Komnas Perempuan periode 2020–2025.
Dalam kesempatan tersebut, Mei Leandha menekankan besarnya tantangan jurnalis di era digital, khususnya bagi jurnalis perempuan. Derasnya arus informasi di media sosial, kata dia, kerap menyeret jurnalis pada kecenderungan mengejar isu viral tanpa pendalaman, yang justru menghabiskan waktu dan energi.
Baca Juga:
"Kecepatan informasi melahirkan budaya copy-paste, keinginan serba cepat, hingga liputan yang tidak mendalam. Akibatnya, muncul kecenderungan meninggalkan tulisan panjang," ujar Mei.
Ia juga mengingatkan bahwa jurnalis perempuan rentan terhadap kejahatan fisik maupun kejahatan digital, terutama saat melakukan liputan investigasi. Di tengah belum kuatnya payung hukum perlindungan jurnalis, menjaga keselamatan dan kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting.
Baca Juga:
"Kalau bukan kita yang menjaga mental kita sendiri, siapa lagi? Jangan sampai pekerjaan jurnalistik menggerus kesehatan dan keselamatan kita sehari-hari," tegasnya.
Sementara itu, Veryanto Sitohang menyoroti semakin menyempitnya ruang kebebasan jurnalis yang ditandai dengan berbagai bentuk intimidasi dan kekerasan, termasuk kasus pembakaran rumah jurnalis di Kabupaten Karo beberapa waktu lalu. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan pentingnya konsolidasi dan solidaritas antarsesama jurnalis agar tidak mudah dipecah dan dilemahkan.
Dalam konteks kekerasan seksual, Very menegaskan bahwa jurnalis perempuan memiliki peran strategis sebagai penyambung lidah korban. Ia menyebut FJPI Sumut selama ini aktif mendampingi korban, merujuk ke lembaga pendamping, serta mengawal kasus hingga ke proses hukum.
"Jurnalis perempuan adalah sahabat korban. Kami hadir, merawat, dan mengawal. Ini bagian dari kerja jurnalistik yang berperspektif kemanusiaan," ujarnya.
Very juga berharap FJPI dapat terus mengonsolidasikan diri, menguatkan solidaritas internal, serta memberikan masukan kepada pemerintah agar jurnalis perempuan diakui dan mendapatkan regulasi yang mendukung keselamatan serta kenyamanan dalam bekerja.
Sosok AKP Hizkia Yosla Cladius Peter Siagian Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Karo.
Profil 29 detik lalu
Dandim 0209/LB Gelar Coffee Morning dengan wartawan di Labuhanbatu Utara.
Sumut 29 detik lalu
RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar Buka Kembali Layanan Cathlab dengan Penjaminan BPJS Kesehatan
Sumut 28 menit lalu
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk hadir di puncak Pesta Bolon Punguan Sagala Raja Boru Bere Ibebere (PSBBI) se dunia di Desa Sagala.
Sumut satu jam lalu
Selundupkan Sabu 1 Kg di Bandara Silangit, Kurir Asal Aceh Ditangkap.
Sumut 2 jam lalu
Diduga Mangkrak, Proyek Rp9,4 Miliar di RSJ Prof Dr Ildrem Minta Diusut Kejati Sumut.
Medan 2 jam lalu
Pilu Aipda Jhon Meydianto Sinaga dikabarkan meninggal di kamar mandi kontrakannya.
Peristiwa 3 jam lalu
Ribuan Warga Padati Pesona Colorful Medan, Pecahkan Rekor Dunia Permainan Kulcapi.
Medan 3 jam lalu
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026 Selecao Lebih Diunggulkan, Haaland Bisa Jadi Ancaman Besar.
Sport 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia. Tim Karya Ilmiah MAN 1 Medan berhasil mengukir pre
Medan 6 jam lalu