Rabu, 11 Februari 2026

Lulusan Unimed Diminta Mampu Jadikan Tantangan Sebagai Peluang

Evi Tanjung - Rabu, 11 Februari 2026 15:25 WIB
Lulusan Unimed Diminta Mampu Jadikan Tantangan Sebagai Peluang
ist
Para pimpinan Unimed saat pelaksanaan wisuda periode Februari 2026

POSMETROMEDAN, Medan. Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Baharuddin ST MPd berharap lulusan Unimed menjadi generasi tangguh yang siap menghadapi dinamika kehidupan.

Dikatakan Prof Baharuddin, lulusan Unimed harus mampu menjadikan tantangan sebagai peluang, terutama dalam persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu dikatakan Prof Baharuddin saat mewisuda 1.046 wisudawan dari berbagai jenjang program studi. Wisuda yang digelar di Gedung Auditorium Unimed ini berlangsung Rabu-Kamis (11-12/2/2026)

Adapun yang dilantik di periode ini antara lain, Program Pascasarjana 4 orang, Fakultas Ilmu Pendidikan 84. Fakultas Teknik 248, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 219.

Kemudian Fakultas Bahasa dan Seni 173, Fakultas Ilmu Sosial 103, Fakultas Ilmu Keolahragaan 99 dan Fakultas Ekonomi 116.

"Bangsa Indonesia saat ini berada dalam situasi atau fase penting dalam persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Saudara-saudara, saat ini kita menghadapi berbagai tantangan yang kadang tidak terduga. Hanya orang-orang kreatif, adaptif dan berkarakter yang bisa menjadi pemenang," kata Prof Baharuddin.

Prof Baharuddin mengingatkan, masyarakat berharap lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga punya karakter dan jiwa kebangsaan yang kuat.

"Sikap dan jiwa kebangsaan seseorang, sekarang ini tak kalah pentingnya dari pencapaian akademis. Hal yang tak kalah penting untuk menjadi pemenang adalah menjadi pembelajar sepanjang hayat," tandas Prof Baharuddin

Ketua Senat Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd menambahkan, untuk bisa menghadapi berbagai perubahan dan tekanan hidup, seseorang harus memiliki daya juang yang kuat. Seseorang, kata Prof Syawal harus mampu melihat tantangan sebagai peluang.

"Itu tidak mudah, tapi itu fakta. Sekarang ini seseorang harus bisa mengkonsolidasikan tantangan bahkan tekanan menjadi peluang," kata Prof Syawal

Proses menempah mahasiswa agar menjadi pribadi yang kuat dan tidak gampang menyerah itulah yang dilakukan selama seseorang menjalani studi di perguruan tinggi.

"Saya tahu bagaimana Anda menghadapi berbagai tekanan. Tidak mudah untuk sampai di fase wisuda. Bolak-balik harus ke dosen pembimbing. Bolak-balik direvisi. Tapi mungkin, tidak kita sadari itulah cara paling nyata menempah Anda menjadi pribadi yang tangguh," kata Prof Syawal.

Menjadi orang hebat, sebut Prof Syawal memang tidak gampang. Prof Syawal mencontohkan bagaimana di era tahun 2000-an awal, banyak anak-anak muda di Amerika Serikat yang memutuskan resign dari kerjaan mereka untuk memulai usaha.

"Tapi dari 100 mungkin hanya 10 orang yang bertahan di tahun pertama. Di tahun kedua, tinggal beberapa orang lagi. Dan nanti yang tersisa adalah mereka yang mampu mengkonsolidasikan tantangan, tekanan menjadi peluang. Memang tidak mudah, namun itulah yang harus dihadapi," tegas Prof Syawal. (maldi)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru