Selasa, 31 Maret 2026

Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TNI 2026 di Kodam I/Bukit Barisan

Faliruddin Lubis - Jumat, 13 Februari 2026 19:38 WIB
Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TNI 2026 di Kodam I/Bukit Barisan
Reza
Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer TNI 2026 di Kodam I/Bukit Barisan.

POSMETRO MEDAN,Medan – Polisi Militer TNI menggelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun 2026 di wilayah Kodam I/Bukit Barisan sebagai langkah strategis meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta menjaga citra prajurit di tengah masyarakat.

Operasi Gaktib difokuskan pada penertiban internal prajurit, meliputi pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan, identitas diri, kepatuhan berlalu lintas, hingga kedisiplinan di luar jam dinas.

Sementara Operasi Yustisi menyasar aspek penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi merugikan institusi maupun masyarakat.

Baca Juga:

Sejumlah titik strategis di wilayah Sumatera Utara menjadi lokasi pemeriksaan, mulai dari kawasan perkantoran militer, jalur protokol, hingga tempat umum yang kerap menjadi pusat aktivitas prajurit.

Pemeriksaan dilaksanakan secara humanis namun tegas dengan tetap mengedepankan profesionalisme serta prosedur tetap yang berlaku.

Baca Juga:

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendi Antariksa yang diwakili Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Patinaya dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi yang digelar setiap tahun merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum, serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI.

Menurutnya, pelaksanaan operasi tahun ini harus terus dikembangkan ke arah peningkatan profesionalisme petugas maupun subjek hukum melalui pendekatan edukatif.

"Esensi operasi ini adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI," ujarnya.

Tema Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun 2026 adalah "TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju."

Tema tersebut diharapkan menjadi pedoman sekaligus komitmen seluruh prajurit dalam melaksanakan tugas serta menjaga kehormatan diri, satuan, dan institusi TNI.

Berdasarkan laporan pelaksanaan tahun 2025, terjadi penurunan jumlah pelanggaran dibandingkan 2024. Pada Operasi Gaktib, pelanggaran menurun dari 456 kasus menjadi 432 kasus atau turun 5,62 persen.

Sedangkan pada Operasi Yustisi, perkara menurun signifikan dari 925 kasus menjadi 549 kasus atau turun 40,64 persen. Capaian ini dinilai sebagai kemajuan positif, namun pembinaan disiplin dan penegakan hukum tetap harus ditingkatkan secara konsisten.

Kasdam juga menekankan kepada seluruh prajurit Polisi Militer agar terus meningkatkan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dalam pencegahan dan penindakan kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi merusak citra TNI. Modernisasi peralatan dan sarana prasarana teknologi informasi harus dioptimalkan guna mempercepat proses penanganan perkara pidana secara profesional dan transparan.

Selain itu, prajurit Polisi Militer TNI dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mental ideologi yang kuat serta pemahaman hukum yang luas. Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya juga harus terus diperkuat guna menghindari potensi gesekan di lapangan.

Sebagai penekanan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan seluruh prajurit Polisi Militer di manapun bertugas agar bekerja dengan niat ibadah, loyal, tulus, dan ikhlas dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan digelarnya Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2026 ini, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin tertib dan profesional, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI, khususnya di wilayah teritorial Kodam I/Bukit Barisan.(REZ)

Tags
beritaTerkait
Kapolda Sumut Tinjau Langsung Operasi Ketupat Toba 2026 di Berastagi
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan: Operasi Ketupat Toba 2026 Berjalan Sukses
Mabes TNI Buka Suara: 4 Anggota BAIS Terlibat Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Bergerak Cepat, Puspom TNI Ringkus 4 Prajurit dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago Kunker ke Makodam I/BB
Pernah Disegel, Diskotek Blue Night Langkat Maen Lagi, Pengusahanya Bang Jago!
komentar
beritaTerbaru