Selasa, 10 Maret 2026

Praktisi Hukum Hans Silalahi Soroti Laporan Terhadap LS, Polisi Sebut Terlapor Berstatus DPO

Faliruddin Lubis - Senin, 09 Maret 2026 08:11 WIB
Praktisi Hukum Hans Silalahi Soroti Laporan Terhadap LS, Polisi Sebut Terlapor Berstatus DPO
IST
Praktisi hukum, Hans Silalahi, SH, MH

POSMETRO MEDAN,Medan – Praktisi hukum, Hans Silalahi, SH, MH menyoroti lambannya tindak lanjut laporan yang ia ajukan terhadap seorang berinisial LS di Polrestabes Medan.

Hingga Sabtu (7/3/2026) malam, atau sekitar 30 hari sejak laporan tersebut dibuat, Hans mengaku belum pernah dipanggil oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan untuk dimintai keterangan terkait laporan yang ia ajukan.

Kepada wartawan, Hans meminta agar penyidik menangani perkara tersebut secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga:

"Saya berharap penyidik bekerja profesional dalam menangani laporan yang saya buat. Laporan sudah diterima dengan nomor LP/B/628/II/2026/SPKT/Polrestabes Medan, tetapi sudah 30 hari belum ada perkembangan yang signifikan," ujar Hans.

Ia menjelaskan, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penyebaran berita bohong yang diduga dilakukan oleh LS sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Baca Juga:

Menurut Hans, laporan yang ia buat merujuk pada Pasal 263 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat.

Hans menilai kegaduhan tersebut bermula dari viralnya kasus di wilayah Pancur Batu, di mana seseorang yang disebut sebagai korban justru ditetapkan sebagai tersangka dalam sebuah peristiwa yang terjadi di kawasan tersebut.

Padahal, kata Hans, orang yang disebut sebagai korban tersebut sebenarnya merupakan tersangka dalam kasus penganiayaan berat dengan motif balas dendam. Ia menyebut tindakan penganiayaan tersebut dilakukan secara brutal.

Selain itu, Hans juga menegaskan bahwa peristiwa pencurian dan penganiayaan yang menjadi polemik di tengah masyarakat terjadi dalam waktu yang berbeda.

"Laporan saya jelas dan sudah diatur dalam undang-undang. Namun kenapa penyidik Satreskrim terkesan lambat dalam menanganinya," tambahnya.

Hans juga mempertanyakan lambannya penanganan laporan tersebut yang menurutnya tidak sejalan dengan slogan Polri Presisi yang selama ini digaungkan oleh pimpinan Polri.

"Kalau ini terus didiamkan, saya akan melaporkannya ke Polda Sumut, bahkan jika perlu ke Mabes Polri. Menurut saya ini aneh, kenapa laporan yang saya buat seolah tidak ditindaklanjuti. Di mana slogan Polri Presisi itu?" tegasnya.

Sementara itu, pihak Polrestabes Medan menyatakan bahwa laporan tersebut masih dalam proses penanganan oleh penyidik Satreskrim. Polisi juga mengungkapkan bahwa LS saat ini telah ditetapkan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) dan masih dalam pencarian oleh petugas. (Tim/infoglobalnews)

Tags
beritaTerkait
Serentak se Indonesia, Kapolrestabes Medan ikut  Tanam Jagung Kuartal Pertama
Langkah Humanis Kapolrestabes Medan Tuai Dukungan, Ketum HBB:Doa Adalah Pendingin di Tengah Tensi Tinggi
Peredaran Vape Getar di Pantai Burung Kian Menggila, Nama As Disebut Sebagai Pemasok Utama
Laga Kambing di Simpang Aksara, Lexus 'Terbang' Hantam Pasutri hingga Patah Tulang
Pimpin Bukber Sat Narkoba, Kombes Jean Calvijn 'Bongkar' Resep Paten Ungkap Kasus Besar
Jelang Idul Fitri 1447 H, Polrestabes Medan Mantapkan Sinergi Lintas Sektoral Dalam Operasi Ketupat 2026
komentar
beritaTerbaru