Dua Poin Lagi, MU!
Kemenangan itu memantapkan posisi MU di urutan ketiga klasemen sementara dengan 61 poin dari 34 laga, unggul tiga poin dari Liverpool dan A
Sport 39 detik lalu
POSMETRO MEDAN- Polemik aksi unjuk rasa menolak Surat Edaran (SE) Walikota Medan yang berujung pada tuntutan pencopotan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, terus menggelinding bak bola salju. Namun, di tengah desakan evaluasi dari sejumlah pihak, dukungan justru mengalir dari Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul.
Lamsiang menilai, tuntutan sekelompok pihak yang meminta Kapolri mencopot Kapolrestabes Medan hanya gara-gara memimpin doa di tengah massa aksi adalah tindakan yang berlebihan dan tidak tepat sasaran.
Menurut Lamsiang, tindakan Kombes Pol Jean Calvijn saat menghadapi massa pendemo justru merupakan langkah cerdas untuk meredam tensi tinggi. Saat itu, situasi antara massa aksi dan pihak Pemko Medan sempat menemui jalan buntu (deadlock).
Baca Juga:
"Situasi sudah sangat panas saat itu. Ada kebuntuan antara pendemo dengan Walikota Medan. Pendemo minta surat edaran dicabut, sementara Walikota terkesan mempertahankan. Kondisinya genting," ungkap Lamsiang kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan, inisiatif Kapolrestabes memimpin doa di tengah kerumunan massa terbukti ampuh mendinginkan suasana yang nyaris meledak.
Baca Juga:
"Dengan adanya doa yang dipimpin Kapolrestabes, suasana jadi sejuk. Kita yang tadinya panas malah jadi malu kalau sampai melakukan tindakan anarkis. Itu membuat suasana hati pendemo tenang, yang marah jadi adem," tegasnya.
Lebih lanjut, Lamsiang membandingkan strategi humanis kepolisian tersebut dengan aksi-aksi di tempat lain, termasuk di Mabes Polri, di mana polisi kerap menyambut pendemo dengan pendekatan religius dan persuasif.
"Apa bedanya dengan demo di Mabes Polri? Polisi menyambut pendemo pakai kopiah, sorban, atau hijab. Itu kan tujuannya menyejukkan suasana. Jadi menurut saya, tindakan Kapolrestabes itu sudah benar dalam rangka menenangkan situasi," tambahnya.
Lamsiang Sitompul juga meminta aparat kepolisian bertindak tegas dan tanpa kompromi terhadap oknum-oknum yang mencoba menunggangi polemik penataan ternak babi di Sumatera Utara dengan narasi provokatif dan isu SARA.
Pernyataan tegas ini menyusul semakin liarnya unggahan di media sosial yang dinilai sudah melenceng jauh dari substansi penataan, bahkan menjurus pada ujaran kebencian dan hasutan yang mengancam kerukunan masyarakat.
Kemenangan itu memantapkan posisi MU di urutan ketiga klasemen sementara dengan 61 poin dari 34 laga, unggul tiga poin dari Liverpool dan A
Sport 39 detik lalu
Nilai tukar Rupiah pada Selasa 28 April 2026 kembali melemah 0,07 persen.
Bisnis 3 jam lalu
Harga Ayam Broiler di Labuhanbatu Turun jadi Rp30 ribu/Kg
Sumut 3 jam lalu
Ramalan cuaca di Sumut hari ini didominasi kondisi hujan ringan.
Sumut 3 jam lalu
Gandeng Influencer dan Pencipta Lagu &lsquoSiti Mawarni&rsquo, Kapolres Labuhanbatu Rilis Capaian Besar Kasus Narkoba.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan PT Bank Sumut bersama Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan Quick Response Electronic Splitting System for Tax Opti
Bisnis 3 jam lalu
Dugaan Limbah Dapur di Stabat Baru Cemari Lingkungan, Warga Desak DLH Langkat Bertindak Cepat.
Sumut 3 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Setelah berbulanbulan mengalami kelangkaan pupuk subsidi, persoalan tersebut akhirnya dibahas dalam Rapat Dengar Pend
Sumut 7 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas resmi meluncurkan aplikasi Qresto (Quick Response Electronic Splitting Syste
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Nezar Djoeli melontarkan kritikan terkait carutmarut pelaksanaan program Makan Bergizi Gra
Sumut 12 jam lalu