"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak yang telah bersedia bersinergi dengan kami (Kanwil DJP Sumut I) dalam mengawal program yang mengutamakan Kepatuhan Wajib Pajak," imbuh Belis.
Dalam kesempatan itu, pihak Kanwil DJP Sumut I dan KSPSI AGN Sumut menandatangani Pakta Integritas Pernyataan Komitmen yang berisi dua poin utama Patuh Aturan, Dukungan Program.
Baca Juga:
"Pajak adalah kontribusi wajib untuk kemakmuran rakyat. Kami buruh siap patuh, tapi kami minta negara juga hadir memberikan perlindungan hukum yang adil bagi kami," sahut Yusuf.
Salah satu kasus yang diperjuangkan KSPSI AGN Sumut dalam aksi unjukrasa pada Rabu (8/4) kemarin, tewasnya seorang pekerja di proyek Islamic Centre.
Baca Juga:
Seorang pekerja pemasangan etalase kaca asal Lampung, Wahyu Suprio (47), meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar tiga meter saat bekerja di proyek pembangunan Islamic Center di kawasan Martubung, Medan, Selasa lalu (10/3/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden nahas itu terjadi saat korban tengah melakukan pemasangan etalase kaca di area proyek. Diduga, korban tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja saat berada di ketinggian.
Adik ipar korban, Dhani, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan mandor proyek, kecelakaan terjadi akibat kelalaian dalam penggunaan alat pelindung diri.
"Kata mandor proyek dia jatuh karena nggak pakai safety, bang. Makanya sampai pecah kepalanya," ujar Dhani di rumah duka Jumat ( 20/3/2026).

Sementara itu, di tempat yang sama, istri korban bernama Dian Wardana menyampaikan, dirinya pertama kali mendapat kabar kejadian tersebut sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (10/3/2026). Ia menyebut korban langsung dibawa oleh rekan kerjanya untuk mendapatkan pertolongan.
Tags
beritaTerkait
komentar