Pengurus Forum Alumni UINSU Medan Periode 2024–2027 Dikukuhkan
POSMETRO MEDAN, Medan Gedung H. Anif Lantai 3 Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan di Jalan IAIN Sutomo menjadi sa
Medan 24 menit lalu
Topik yang dibicarakan memang bukan perkara ringan. Tentang musibah, kecelakaan, bahkan yang paling buruk: kematian. Tentang risiko berkelahi dengan waktu di jalanan. Tentang pikiran akan kemungkinan terburuk yang sebenarnya selalu dibawa pulang diam-diam oleh para pejuang nafkah di jalanan itu setiap hari.
Karena itu, ketika atas nama Pemko Medan dia menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada ribuan pengemudi ojek online, suasana acara tidak hanya terasa seremonial. Ada nuansa empati yang kuat di ruangan itu. Terlebih saat Rico Waas menyerahkan santunan kematian secara simbolis kepada keluarga salah seorang driver ojol yang telah berpulang.
Baca Juga:
Di titik itulah kehati-hatian Rico Waas dalam menyampaikan pesan terasa sangat penting. Ia tidak sedang ingin menakut-nakuti. Tidak pula ingin membuka luka atau memanggil kecemasan. Namun ia juga tidak ingin menutup mata terhadap kenyataan bahwa seberapa disiplin dan berhati-hatinya seseorang berkendara, risiko di jalan raya tetap tidak pernah sepenuhnya bisa dikendalikan.
"Di jalanan banyak hal yang tidak bisa kita prediksi. Kita sudah hati-hati, tapi bisa saja tertabrak karena kelalaian orang lain," ujarnya.
Baca Juga:
Kalimat itu meluncur tanpa nada menggurui. Justru terdengar seperti pengakuan jujur terhadap kerasnya kehidupan di jalan. Dan para pengemudi ojol yang mendominasi ruangan terlihat menerima dan memahami pesan tersebut dengan baik.
Rico Waas berkali-kali menegaskan bahwa program perlindungan sosial ini bukan berarti mengharapkan musibah terjadi. Sebaliknya, menurutnya, perlindungan diperlukan agar sebuah keluarga tidak langsung jatuh ke jurang kesulitan ketika tulang punggung mereka mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Ia kemudian mencontohkan santunan yang diterima keluarga almarhum Rajali, seorang driver ojol. Totalnya mencapai Rp 232 juta, terdiri atas santunan kematian dan beasiswa pendidikan untuk dua anak hingga perguruan tinggi.
Bagi sebagian orang, angka itu mungkin sekadar data. Namun bagi keluarga pekerja informal, jaminan semacam itu bisa menjadi pembeda antara mampu bertahan atau tenggelam dalam ketidakpastian ekonomi.
"Kalau kepala keluarga tidak ter-cover, bagaimana masa depan istri dan anak?" kata Rico Waas lagi.
Di ruangan itu, pertanyaan tersebut terasa menggantung cukup lama.
POSMETRO MEDAN, Medan Gedung H. Anif Lantai 3 Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan di Jalan IAIN Sutomo menjadi sa
Medan 24 menit lalu
Polres Sergai Gagalkan Peredaran Sabu di Teluk Mengkudu, Dua Pria Ditangkap Patroli Rutin.
Sumut 33 menit lalu
Polres Simalungun Amankan Dua Terduga Penyalahgunaan Ganja 77 Gram di Pematang Bandar.
Peristiwa 2 jam lalu
Putu George Matthew Simbolon Cetak Sejarah punya IPK sempurna 4,0 di UI.
Profil 5 jam lalu
Apes... Baru Terima 800k, Pria Ini Ditangkap Polisi.
Peristiwa 16 jam lalu
Kapolres Tanjung Balai Hadiri Upacara Peringatan HUT ke81 TNI.
Sumut 17 jam lalu
Wakil Wali Kota Sibolga Tandatangani MoU dengan Kajari Sibolga, Dukung Program &ldquoJaksa Sahabat Pendidik&rdquo.
Sumut 17 jam lalu
PemkoKejari Pematangsiantar Perkuat Sinergi Dukung Tata Kelola Pendidikan melalui &lsquoJaksa Sahabat Pendidik&rsquo.
Sumut 17 jam lalu
SPBU Baru di Bandar Hinalang Diresmikan, Danramil Purba Dorong Kehadiran Layanan Publik bagi Warga.
Bisnis 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, meresmikan Kampung Berkah Syahmad, Selasa (6/10/2026), sebaga
Sumut 18 jam lalu