Selasa, 07 Juli 2026
Kredibilitas Piala Dunia 2026 Tercoreng

Waduh! FIFA Cabut Hukuman Bomber AS Folarin Balogun, Bisa Main Lawan Belgia

Faliruddin Lubis - Senin, 06 Juli 2026 23:39 WIB
Waduh! FIFA Cabut Hukuman Bomber AS Folarin Balogun, Bisa Main Lawan Belgia
X@brfootball
Folarin Balogun menjadi andalan Amerika Serikat mendapat kartu merah dari wasit.

POSMETRO MEDAN,Amerika Serikat- Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) turut melontarkan kritik kepada FIFA setelah mencabut hukuman striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. UEFA menyebut keputusan FIFA telah mencoreng kredibilitas Piala Dunia 2026.

Balogun sejatinya tidak bisa tampil dalam laga tersebut terkena kartu merah saat melawan Bosnia Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tentu, ini menjadi sebuah keuntungan bagi Belgia karena Amerika Serikat tidak akan diperkuat striker andalannya.

Namun secara mengejutkan, FIFA membatalkan hukuman larangan bermain Balogun menjelang duel Amerika Serikat vs Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sesuai jadwal, laga tersebut akan bergulir di Stadion Seattle, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7) pukul 07.00 WIB.

Baca Juga:

Keputusan kontroversial tersebut menjadi sorotan tajam, tak terkecuali UEFA. Mereka bahkan tidak bisa menerima keputusan tersebut karena dinilai telah kelewat batas.

"Keputusan yang diambil kemarin untuk menangguhkan selama masa percobaan satu tahun pelaksanaan hukuman skors otomatis satu pertandingan akibat kartu merah yang diterima pemain Folarin Balogun telah melewati batas yang tidak dapat diterima," tulis UEFA dalam laman resminya, Senin (6/7).

Baca Juga:

Dalam pernyataannya juga, UEFA menilai keputusan tersebut mencoreng kredibilitas turnamen, dalam hal ini Piala Dunia 2026. Karena keputusan tersebut menciptakan preseden dalam turnamen yang sedang berlangsung, di mana situasi serupa nantinya harus diperlakukan dengan cara yang sama, yang pada akhirnya dapat merugikan jalannya kompetisi.

"Ketika kepastian terhadap aturan tidak lagi dijamin oleh pihak yang seharusnya menjaganya, integritas permainan menjadi dipertaruhkan dan kredibilitas sebuah kompetisi pun ikut tercoreng," terang UEFA.

Bagi UEFA, sepak bola, seperti olahraga lainnya, bergantung pada aturan, yang merupakan dasar untuk kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Terkadang aturan terbuka untuk interpretasi. Dalam kasus Bolagun, tidak demikian.

"Kami menyatakan keheranan dan ketidakpercayaan atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sulit dipahami, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan tersebut," tutup UEFA.

Disinyalir, keputusan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino. Trump meminta Infantino untuk meninjau kembali kartu merah Balogun.

Tags
beritaTerkait
Jude Bellingham Banjir Pujian usai Jawab Pertanyaan Jurnalis Disabilitas Asal Venezuela
Gasak Meksiko, Inggris Melaju Tantang Norwegia di Perempat Final
Pagi Nanti: Amerika Serikat vs Belgia, Setan Merah Siap Sihir Tuan Rumah
Dini Hari Nanti: Portugal vs Spanyol, Bang Dodo Atau Dek Yamal...
Neymar Menangis, Tarian Terakhirnya Bersama Brasil Berakhir Pahit
Erling Haaland Hancurkan Brasil
komentar
beritaTerbaru