Senin, 25 Mei 2026

Belum Dioperasi karena Biaya, Ketua ABUJAPI Sumut Minta Kasus Satpam SPPG Korban Begal Jadi Perhatian

Faliruddin Lubis - Senin, 25 Mei 2026 11:34 WIB
Belum Dioperasi karena Biaya, Ketua ABUJAPI Sumut Minta Kasus Satpam SPPG Korban Begal Jadi Perhatian
Tribun
Korban saat menjalani perawatan di rumah sakit.

POSMETRO MEDAN, Medan- Nasib nahas menimpa Guntur Sugoro (41), seorang satpam SPPG yang menjadi korban pembegalan pada Senin malam (11/5) lalu, di kawasan Percut Sei Tuan. Setelah berhasil lolos dari kepungan lima pelaku, perjuangan Guntur untuk sembuh justru mendatangkan persoalan baru.

Malam itu, dengan luka bacok dan peluru senapan angin yang bersarang di punggungnya, Guntur langsung dilarikan ke klinik terdekat. Karena luka yang cukup serius, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan penanganan darurat.

Namun di RS Haji, Guntur tidak mendapatkan tanggapan medis yang cepat. Dalam kondisi tubuh yang terus melemah, ia akhirnya dipindahkan ke RS dr. Pirngadi Medan dengan harapan bisa segera menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru.

Baca Juga:

Bukannya dioperasi, pihak RS dr. Pirngadi justru hanya menjahit dan memperban luka tembak tersebut tanpa mengeluarkan peluru yang tertanam. Dokter yang menangani menyatakan peluru timah itu tidak berbahaya dan langsung mengizinkan Guntur pulang ke rumah.

Guntur hanya bisa pasrah beristirahat di rumahnya dengan kondisi peluru yang masih mengendap di dalam tubuh. Ia mengaku sering merasakan sesak di dada, namun tidak bisa berbuat banyak karena biaya operasi mandiri ditaksir mencapai Rp 60 juta hingga Rp 100 juta.

Baca Juga:

Melihat kondisi tersebut, Ketua ABUJAPI Sumut, Fedriansyah Lubis, ST, langsung memberikan respons tegas terkait situasi yang dihadapi oleh korban.

"Saya minta kasus yang menimpa Guntur Sugoro ini benar-benar menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Kami tidak ingin ada kesan pembiaran terhadap korban kejahatan jalanan, apalagi kondisi peluru masih bersarang di tubuhnya. Hak penanganan medis dan kepastian hukum untuk korban harus segera dituntaskan agar tidak menjadi dampak buruk ke depannya," tegas Fedriansyah, Senin (25/5/2026).

Penanganan dari RS dr. Pirngadi Medan ini juga memantik kritik dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, yang menyatakan kekecewaan mendalam atas perlakuan rumah sakit terhadap pasien.

"Rumah sakit semestinya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dengan standar prosedur yang sesuai. Pasien harus dirawat sampai sembuh, tidak boleh pulang sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter. Saya kecewa atas perlakuan RS Pirngadi terhadap pasien, ini tidak memenuhi standar pelayanan yang baik," ujar Yahya Zaini.

Yahya juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera turun tangan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap prosedur penanganan pasien di rumah sakit tersebut.

"Meminta Kemenkes untuk menegur sekaligus melakukan pengawasan terhadap penanganan pasien yang dilakukan RS Pirngadi Medan. Jika terdapat kesalahan prosedur pelayanan, jangan segan-segan untuk memberikan sanksi secara tegas," tambah Yahya.

Pemerintah Kota Medan merespons persoalan biaya korban kejahatan melalui Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas yang mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 26 Tahun 2026.

Melalui Perwal ini, Pemerintah Kota Medan menegaskan akan menanggung penuh seluruh biaya pengobatan warga yang menjadi korban begal menggunakan anggaran APBD, mengingat kasus kejahatan jalanan seperti ini selama ini tidak dicover oleh BPJS Kesehatan.

Sementara itu, proses hukum atas peristiwa pembegalan ini dipastikan tetap berjalan. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Andrian Risky Lubis, menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih terus melakukan penyelidikan intensif untuk memburu kelima pelaku. (Bgs)

Tags
beritaTerkait
Ini Penjelasan RS Pirngadi Medan soal Satpam Ditembak Begal Lalu Disuruh Pulang
Satpam Dapur MBG Dibacok dan Ditembak, 9 Hari Peluru Belum Diangkat Karena Tak Ditanggung BPJS
2 Karyawan PT BSP Tbk Kisaran Ditembak OTK Saat Patroli Kebun Sawit
Dar...Der...Dor! Eksekutor Penembak Polisi di Lampung Tewas Ditembak Saat Penggerebekan
Diburu Hingga ke Jambi, Polda Sumut Berhasil Ringkus Dua Begal Sadis Angkot Morina 81
Pakek Narkoba, Beraksi Pakai Sepeda Motor Pribadi
komentar
beritaTerbaru