Dahsyatnya Ledakan di Rumah Mewah Grand Polonia, Lihat Foto-foto Evakuasi Korban
POSMETRO MEDAN, Medan Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kompleks perumahan elit Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin so
Berita 3 jam lalu
MEDAN, POSMETRO MEDAN - Tangis dan jeritan seorang ibu pecah di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Bersama suaminya, perempuan itu bersujud sambil memanggil nama Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Berharap anak mereka yang menjadi korban penikaman bisa segera terbebas dari beban biaya pengobatan yang nilainya mencapai 140 juta.
Baca Juga:
Video pasangan orang tua tersebut viral di media sosial dan memantik simpati publik.
Dalam rekaman itu, sang ibu mengaku tidak lagi sanggup melunasi biaya perawatan anaknya yang masih dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan.
Baca Juga:
"Kami sudah tidak sanggup lagi. Anak kami ditikam orang. Yang kami pikirkan saat itu hanya menyelamatkan nyawanya," ucap sang ibu dalam video yang beredar luas.
Menanggapi polemik tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), memberikan penjelasan mengenai alasan biaya pengobatan korban tidak dapat ditanggung melalui program BPJS Kesehatan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal, mengatakan terdapat dua faktor utama yang menyebabkan biaya perawatan pasien menjadi tanggungan keluarga.
Pertama, kasus yang dialami pasien merupakan korban tindak pidana kekerasan berupa penikaman.
Berdasarkan ketentuan nasional, pelayanan kesehatan akibat tindak pidana tidak termasuk dalam cakupan pembiayaan BPJS Kesehatan.
Menurut Hamid, aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, khususnya Pasal 52 ayat (1) huruf r yang mengatur bahwa korban penganiayaan dan tindak pidana tertentu tidak dijamin
oleh program BPJS.
"Kasus penikaman masuk kategori tindak pidana kekerasan sehingga berada di luar cakupan penjaminan BPJS Kesehatan," jelas Hamid saat dikonfirmasi Sabtu, (6/6/2026) Sore.
Ia menerangkan, dalam kondisi seperti itu biasanya terdapat skema bantuan lain yang dapat diupayakan, baik melalui lembaga perlindungan korban, program bantuan pemerintah daerah maupun mekanisme pertanggungjawaban hukum dari pelaku.
Faktor kedua, lanjut Hamid, berkaitan dengan fasilitas kesehatan yang dipilih untuk penanganan pasien.
Berdasarkan data Dinkes Sumut, korban awalnya mendapatkan penanganan di RS Pertamina Pangkalan Brandan dalam kondisi masih tertancap senjata tajam. Karena membutuhkan tindakan medis lanjutan, pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan.
Menurut Hamid, rumah sakit tersebut bukan mitra BPJS Kesehatan sehingga biaya pelayanan medis tidak dapat diklaim melalui program jaminan kesehatan nasional.
"Dari awal pihak keluarga telah mendapat penjelasan bahwa rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS dan biaya tindakan diperkirakan mencapai sekitar Rp140 juta," katanya.
Dinkes Sumut juga menyebut pihak rumah sakit memiliki dokumen persetujuan tindakan medis atau informed consent yang telah ditandatangani keluarga sebelum operasi dilakukan.
Setelah operasi berjalan sukses dan pasien berhasil melewati masa kritis, persoalan kemudian muncul ketika keluarga mengaku tidak mampu menanggung keseluruhan biaya yang harus dibayarkan.
Di sisi lain, kisah keluarga korban menghadirkan persoalan yang lebih besar daripada sekadar tagihan rumah sakit.
Keluarga korban mengaku tidak memahami bahwa kartu BPJS yang mereka miliki tidak dapat digunakan dalam kasus tersebut. Fokus mereka saat itu hanya menyelamatkan nyawa sang anak.
Kini, aturan dan administrasi, perhatian masyarakat tertuju pada kemungkinan hadirnya solusi kemanusiaan bagi keluarga tersebut.
Banyak pihak berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lembaga terkait, maupun para dermawan dapat membantu mencarikan jalan keluar agar keluarga korban tidak semakin terbebani setelah berhasil menyelamatkan nyawa anak mereka.
Sebab di balik angka tagihan yang mencapai ratusan juta rupiah, seorang anak yang sedang berjuang pulih dari luka penikaman, orang tua yang rela bersujud demi keselamatan anak mereka.(erni)
POSMETRO MEDAN, Medan Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kompleks perumahan elit Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin so
Berita 3 jam lalu
Tim gabungan dari Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Sumatera Utara masih terus melakukan investigasi mendalam terkait insiden.
Peristiwa 3 jam lalu
Evakuasi Korban Terakhir Ledakan Rumah Mewah di Grand Polonia Medan, 3 Orang Meninggal, Polisi Gandeng PGN Usut Penyebab
Peristiwa 3 jam lalu
Dianggap Rendahkan Profesi Wartawan PWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Poldasu
Medan 3 jam lalu
Wali Kota Tanjungbalai Melepas M.Rijal Hafiz Al Muttaqin Nasution Calon Mahasiswa Universitas AlAhgaff Hadhramaut Yaman.
Sumut 6 jam lalu
LP Kelas IIA Binjai Panen Raya Ikan Lele, Langkah Nyata Menuju Ketahanan Pangan.
Sumut 6 jam lalu
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Serahkan Hadiah Kepada 5 Wajib Pajak Penerima Undian Gebyar Pajak Sumut 2026.
Sumut 7 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, menghadiri rapat pro
Medan 8 jam lalu
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Calvijn turun langsung ke lokasi bersama Damkarmat dan Basarnas terkait ledakan yang menghancurkan sebuah r
Peristiwa 9 jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Polsek Bilah Hilir Polres Labuhanbatu melakukan patroli Gerebek Sarang Narkoba (GSN) di kediaman salah seorang
Peristiwa 9 jam lalu