Di sisi lain, kisah keluarga korban menghadirkan persoalan yang lebih besar daripada sekadar tagihan rumah sakit.
Keluarga korban mengaku tidak memahami bahwa kartu BPJS yang mereka miliki tidak dapat digunakan dalam kasus tersebut. Fokus mereka saat itu hanya menyelamatkan nyawa sang anak.
Baca Juga:
Kini, aturan dan administrasi, perhatian masyarakat tertuju pada kemungkinan hadirnya solusi kemanusiaan bagi keluarga tersebut.
Banyak pihak berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lembaga terkait, maupun para dermawan dapat membantu mencarikan jalan keluar agar keluarga korban tidak semakin terbebani setelah berhasil menyelamatkan nyawa anak mereka.
Baca Juga:
Sebab di balik angka tagihan yang mencapai ratusan juta rupiah, seorang anak yang sedang berjuang pulih dari luka penikaman, orang tua yang rela bersujud demi keselamatan anak mereka.(erni)
Tags
beritaTerkait
komentar