Rabu, 05 Agustus 2026

Duh! Seorang Anggota Polisi Terlibat Perkara Tewasnya Nek Nurlis di Tanjung Morawa

P. Silalahi - Rabu, 05 Agustus 2026 09:30 WIB
Duh! Seorang Anggota Polisi Terlibat Perkara Tewasnya Nek Nurlis di Tanjung Morawa
facebook @berita sumatera utara
TKP diberi garis polisi (police line) oleh Polresta Deli Serdang.

POSMETRO MEDAN- Peristiwa tewasnya Nurlis (70), warga Dusun IV, Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang yang sempat bikin warga geger, akhirnya memasuki babak baru.

Polresta Deli Serdang yang membongkar kasus itu kini sudah mengamankan seorang anggota Polri yang diduga terlibat.

Terduga pelaku berinisial RF (23), seorang anggota polisi berpangkat Bripda yang bertugas di Sabhara Polresta Deli Serdang. RF diamankan pada Senin (3/8/2026) setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti dan melakukan serangkaian penyelidikan.

Baca Juga:

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Muhammad Isral,--seperti dilansir dari sebuah postingan anonim facebook @berita sumatera utara yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Rabu 5 Agustus 2026-- membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Sayangnya, dia belum bersedia menjelaskan secara rinci mengenai motif maupun kronologi lengkap karena proses penyidikan masih berlangsung.

Baca Juga:

"Ya, benar sudah ditangkap. Benar personel (anggota polisi). Selebihnya sama humas ya," ujar Kompol Muhammad Isral.

Beredar kabar, RF diketahui tinggal tidak jauh dari rumah korban.

Dia juga merupakan putra seorang pensiunan anggota Polri yang disebut warga pernah menjabat sebagai Kapolsek Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Menurut Hariadi, Kepala Dusun IV Desa Punden Rejo, pihaknya sudah menerima info terkait penangkapan itu dari Bhabinkamtibmas setempat.

Dia mengakui RF diamankan saat masih berada di tempat bertugas.

Hariadi juga menyebutkan dari rekaman CCTV, pada malam sebelum korban ditemukan meninggal dunia, RF terlihat sempat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian.

Penyelidikan polisi mengarah kepada RF setelah petugas mencurigai kondisi kamera CCTV di rumahnya.

Dari beberapa kamera yang terpasang, terdapat satu kamera yang menghadap ke arah rumah korban namun dalam keadaan tidak berfungsi, sementara kamera lainnya tetap aktif.

Temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, RF akhirnya diduga mengakui keterlibatannya.

Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan seluruh rangkaian peristiwa.

Diketahui pula, keluarga RF selama ini menempatkan mobil pribadi mereka di garasi rumah korban, sehingga antara kedua pihak telah saling mengenal.

Sebelumnya, jasad Nurlis ditemukan warga di dalam rumahnya pada Jumat (31/7/2026).

Warga mulai curiga karena korban yang tinggal seorang diri tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Saat rumah dibuka, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Deli Serdang, Iptu JM Gabe Napitupulu, sebelumnya mengatakan personel Satreskrim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk keperluan pemeriksaan medis dan penyidikan.

Hingga kini, Polresta Deli Serdang masih terus mendalami perkara ini untuk mengungkap motif peristiwa.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Pemkab Deli Serdang Dukung Evaluasi Ombudsman Wujudkan Pelayanan Publik Prima
BTN Indonesia Fashion Week 2026, Karya Desainer Deli Serdang Tampil di Panggung Nasional
Bupati Dorong Sinergi Rumah Sakit Swasta dan Pemerintah Tingkatkan Layanan Kesehatan
Lom Lom Suwondo Ajak Politeknik WBI Perkuat Kewirausahaan dan SDM Unggul
Bupati Tinjau Pembangunan Ruang Kelas Baru SD Negeri 101921 Karang Anyar
Bupati Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Deli Serdang
komentar
beritaTerbaru