Senin, 05 Oktober 2026

260 Siswa di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Orang Tua Minta Program Distop Sementara

P. Silalahi - Jumat, 14 Agustus 2026 00:34 WIB
260 Siswa di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Orang Tua Minta Program Distop Sementara
Jpg
Bupati Karo, Antonius Ginting saat berada di RSU Kabanjahe.

POSMETRO MEDAN- Sebanyak 260 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, diduga keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejadian tersebut membuat para orang tua siswa khawatir dan mendatangi sejumlah rumah sakit tempat anak-anak mereka mendapatkan perawatan.

Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan tersebut mendapat perawatan di Rumah Sakit Efarina Berastagi, Rumah Sakit Amanda, dan Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe. Sejumlah siswa di antaranya harus menjalani rawat inap.

Baca Juga:

Kamis (13/8/2026), pukul 20.30 Wib, Bupati Karo Antonius Ginting saat berada di RSU Kabanjahe mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Sudaryono, terkait penanganan para siswa.

"Beliau tadi mengatakan agar dilakukan pelayanan terbaik dan mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat memperburuk kondisi anak-anak sekolah di SMA Negeri Berastagi dan SMA Yayasan Bersama," ujar Antonius.

Baca Juga:

Menurut Antonius, hingga kini tercatat sebanyak 260 siswa mengalami keluhan kesehatan.

Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah apabila terdapat data terbaru dari pihak sekolah maupun rumah sakit.

Sebagai langkah tindak lanjut, kata Antonius, Kepala BGN telah meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan penyediaan makanan MBG tersebut ditutup sementara.

"Untuk sementara SPPG ditutup. Selanjutnya kita akan mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kejadian ini," katanya.

Salah seorang siswa SMA Negeri 1 Berastagi, Triani Br Sitepu, mengaku mengalami sakit perut dan sesak setelah menyantap makanan MBG.

"Setelah makan, sekitar tiga puluh menit kemudian saya mengalami sakit perut dan sesak. Menu yang kami makan ikan tongkol, sedangkan sayurnya kol dan wortel. Saya juga melihat teman-teman banyak yang tumbang," ujar Triani.

Sementara itu, orang tua Triani, Adriana Br Ginting, meminta agar pelaksanaan program MBG dievaluasi dan untuk sementara tidak dilanjutkan sebelum aspek keamanan makanan benar-benar dipastikan.

"Kalau bisa MBG tidak lagi dilanjutkan. Kalaupun dilanjutkan, kesehatan anak-anak harus benar-benar dijaga agar kejadian seperti ini tidak terulang dan tidak mengganggu kesehatan mereka," pungkas Adriana.

Hingga berita ini diposting, penyebab pasti para siswa mengalami keluhan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penelusuran dari pihak terkait. (JpG)

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Pastikan Makanan Aman Dikonsumsi, Dokkes Polres Karo Periksa MBG
MBG di MAN Tanjungbalai  Buat Siswa Semangat Belajar
Astaga! Melawan Mau Diperkosa, Pekerja SPPG Dibunuh, Jasadnya Ditenggelamkan ke Sungai
Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Dilarikan ke Rumah Sakit
2 Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG Asal Karo Dirujuk ke RSCM Jakarta
Gibran: Saya Minta Maaf, Pengobatan Akan Ditanggung Pemerintah...
komentar
beritaTerbaru