Pemko Medan Perbesar Porsi Pelatihan Kerja Warga Medan Utara, Naik dari 30 Menjadi 60 Persen
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Bengkulu— Polresta Bengkulu mengungkap rangkaian kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Indo Melvi Yunadatia (24), pekerja Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai. Jenazah Melvi ditemukan di aliran sungai Kampung Bahari, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, pada Senin (14/9/2026).
Dalam konferensi pers Kamis (17/9/2026), polisi membeberkan dugaan kekerasan seksual yang dialami korban sebelum ditenggelamkan. Tersangka RPP (25) alias R, warga Kota Bengkulu, telah diamankan dan mengakui perbuatannya setelah pemeriksaan intensif.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 02.30 WIB saat Melvi berangkat kerja menuju SPPG Padang Serai. Di perjalanan, ia bertemu RPP yang motornya disebut rusak di pinggir jalan kawasan Kampung Bahari Ujung, Kelurahan Sumber Jaya.
Baca Juga:
Melvi menolong dan membantu mengantar motor tersangka ke rumahnya. Setelah sampai, RPP meminta diantar kembali ke SPPG. Dalam perjalanan, tersangka berkali-kali meminta berbalik arah dengan alasan mengambil jilbab istrinya yang tertinggal. Polisi menduga gerakan bolak-balik itu dilakukan untuk memastikan lokasi sepi.
Kemudian RPP mengajak Melvi berhubungan seksual. Korban menolak. Setelah penolakan, tersangka meminta motor dihentikan di tempat sepi, menarik bahu Melvi, lalu membekap mulutnya hingga tidak berdaya.
Baca Juga:
"Korban sempat berteriak karena kaget. Kemudian tersangka membekap mulut korban sampai korban tidak berdaya," kata Rahmad.
Polisi menduga RPP kemudian melakukan persetubuhan terhadap Melvi. Setelah itu, keduanya menuju tepi sungai. Keduanya terjatuh di area bronjong sehingga Melvi masuk ke air.
Tersangka mencari tubuh korban, mengambil batu besar dari sekitar bronjong, dan memasukkannya ke dalam pakaian Melvi. Dua batu lain diletakkan di atas tubuhnya agar tetap tenggelam.
"Batu diambil dari sekitar bronjong, kemudian dimasukkan ke dalam baju korban. Tujuannya agar korban tenggelam," jelas Rahmad.
Setelah itu, RPP menyembunyikan sepeda motor korban di semak-semak, menutupinya dengan karung dan sampah, serta membuang barang-barang milik Melvi di sekitar sungai. Ia lalu meninggalkan lokasi.
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Sejumlah perwira tinggi Polri dikabarkan ditangkap dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Mabes Polri buka suara ter
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDANHampir sebulan setelah apel perdananya, Sumatera Utara sudah punya cukup alasan untuk memberi apresiasi kepada Irjen Pol Sonny
Editorial 6 jam lalu
POSMETRO MEDANTak hanya menggambarkan risiko maut plus jerat hukum, adagium polisi bekerja dengan kaki di atas kuburan dan penjara sejati
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDANDi gedung dewan, kerja legislasi sering tampak seperti urusan yang seolah senyap. Rapat demi rapat, naskah akademik dalam baha
Editorial 11 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Mewakili Wali Kota Binjai, Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sofyan Syahputra Siregar, S.STP., M.AP., menghadir
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Galang Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengambil langkah cepat menangani dampak banjir yang menyebabkan erosi
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN Sejumlah agen kapal menyebut tagihan jasa pandu dan tunda kapal telah dibayarkan kepada Pelindo melalui sistem Phinnisi. Hal
Sumut 22 jam lalu
POSMETRO MEDAN Ketua Harian DPP Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM Nezar Djoeli, menyikapi peristiwa penggerebekan Pondok Pes
Sumut kemarin
POSMETRO MEDAN,MEDAN Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (Forwaka Sumut) , Irfandi, mengajak para wartawan bersama keluarga meng
Medan kemarin