Sabtu, 26 September 2026

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Sang Proklamator yang Keluar dari Politik dan Menepi di Dunia Seni

P. Silalahi - Sabtu, 26 September 2026 12:21 WIB
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Putra Sang Proklamator yang Keluar dari Politik dan Menepi di Dunia Seni
JPNN
Guruh Soekarnoputra (kiri) dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.

POSMETRO MEDAN- Kabar duka datang dari keluarga besar Soekarno dan dunia kesenian Indonesia.

Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Proklamator sekaligus Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026.

Guruh mengembuskan napas terakhir pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta dalam usia 73 tahun.

Baca Juga:

Lahir dari keluarga yang sangat lekat dengan dunia politik, Guruh sejak muda justru menemukan ruang ekspresinya dalam kesenian.

Ia menekuni musik, tari, koreografi dan berbagai bentuk pertunjukan yang menggabungkan kebudayaan Nusantara dengan sentuhan modern. Arsip ANRI mencatat, minatnya terhadap seni sudah tumbuh sejak kecil, termasuk belajar tari Jawa, Sunda dan Bali.

Baca Juga:

Guruh kemudian mendirikan Swara Maharddhika pada 1977 dan melahirkan sejumlah karya serta pertunjukan yang menjadikan seni dan kebudayaan Indonesia sebagai napas utamanya. Ia juga dikenal melalui Guruh Gipsy dan berbagai karya koreografi serta pagelaran seni.

Meski akhirnya sempat terjun ke politik dan menjadi anggota DPR RI dari PDI/PDIP dalam sejumlah periode, jejak Guruh sebagai seniman tetap menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Ia menjalani dunia politik tanpa meninggalkan akar keseniannya, hingga akhirnya lebih dikenal luas sebagai salah satu tokoh yang membawa musik, tari dan kebudayaan Indonesia ke panggung pertunjukan modern.

Kepergian Guruh -- seperti disiarkan dalam sebuah postingan anonim facebook @Melihat indonesia yang terlihat POSMETRO MEDAN, Sabtu 26 September 2026-- meninggalkan cerita tentang seorang anak Proklamator yang memiliki pilihan jalan sendiri. Di tengah bayang-bayang besar nama Soekarno, Guruh membangun warisannya bukan hanya melalui politik, tetapi terutama melalui panggung kesenian dan karya-karya kebudayaan yang ditinggalkannya.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Dandema Pasmar 1 Pimpin Upacara Pemakaman Militer
Kecelakaan Maut di Tol Medan-Tebingtinggi, Truk Box Tabrak Tronton, 3 Orang Tewas
Kecelakaan Tragis di Lintasan, Pembalap Malaysia Farres Putra Meninggal
Rutan Kelas I Medan:  Sudah Dilakukan Observasi, Tahanan Meninggal Karena Sakit Bawaan
Vaksinasi HPV di Kabupaten Karo, Apakah Sudah di Bawah Pengawasan Bupati?
Penjual Tahu 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Bersandar di Motor
komentar
beritaTerbaru