Selasa, 29 September 2026

Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Viral Karena Mengejek Massa Pendemo

P. Silalahi - Selasa, 29 September 2026 09:41 WIB
Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Viral Karena Mengejek Massa Pendemo
facebook @Delvi s siregar
Bripka Mas Agus Ginta Meiro.

POSMETRO MEDAN- Ternyata sosok intel yang 'banyak gaya'. Padahal pakai seragam wajahnya lumayan tapi ketika tak memakai seragam tampak berbeda bgtu juga sifatnya. Sangat disayangkan.

Aparat kepolisian itu dibayar dari pajak rakyat untuk melindungi, mengayomi, dan melayani, bukan untuk pamer gestur merendahkan di hadapan massa yang sedang menyuarakan aspirasi. Tapi tampaknya, oknum yang satu ini lupa membaca deskripsi pekerjaannya sendiri.

Sosok Bripka Mas Agus Ginta Meiro, personel dari satuan BA DITINTELKAM, mendadak "pamer pesona" di tengah pengamanan aksi. Sayangnya, bukan pesona profesionalisme yang ditunjukkan, melainkan sikap arogan yang bikin publik elus dada.

Baca Juga:

Mari membedah absurdnya fenomena "aparat serasa raja" iniseperti disiarkan dalam sebuah postingan anonim facebook @Delvi s siregar yang terlihat POSMETRO MEDAN, Selasa 29 September 2026.

1.Intel yang Lupa Cara Jadi "Intel":

Baca Juga:

Bekerja di Intelkam (Intelijen Keamanan) seharusnya identik dengan kerahasiaan, ketenangan, dan kemampuan membaca situasi secara bijak. Lah, ini kok malah sibuk unjuk rasa merendahkan massa sampai viral? Bukannya mengumpulkan intelijen, malah mengumpulkan hujatan netizen.

2.Pengayom Masyarakat atau Jagoan Lapangan?

Tugas aparat dalam aksi pengamanan demo itu sangat sederhana: pastikan situasi tertib, aman, dan kondusif. Bikin adegan merendahkan massa itu tidak ada di prosedur pengamanan (SOP) mana pun. Kalau niatnya mau adu gengsi atau mengecilkan mental rakyat, salah tempat. Itu lapangan demo, bukan panggung komedi tunggal atau arena adu piting.

3.Demokrasi Bukan Tempat Menindas:

Aksi penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Lucu rasanya ketika masyarakat yang bayar pajak untuk mendanai seragam dan gaji aparat, justru diperlakukan semena-mena oleh orang yang memakai seragam tersebut.

Kritik pedas untuk para oknum: Seragam dan pangkat itu amanah untuk menjaga rakyat, bukan tameng untuk bersikap jumawa. Kalau tidak sanggup bersikap profesional dan menghormati hak demokrasi warga negara, mungkin sudah saatnya dievaluasi—atau minimal diajari ulang etika dasar melayani publik.

Sekadar diketahui, peristiwa seorang pria yang terekam melakukan gestur mengejek massapendemo terjadi saat aksi unjuk rasa Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu pada Kamis, 24 September 2026.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Melihat dari Dekat Sosok Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy
Tim PKM Unimed Dampingi Guru SMP Labuhanbatu Utara Terapkan Pembelajaran Berbasis AI Berorientasi TKA
PERMADA Kepung PLN ULP Tanjung Pura, Soroti Pemadaman Berulang dan Desak Manager Mundur
Demo Memanas Hingga Malam, Massa Main Bakar, Lempari Pagar Gedung DPR RI
Unimed Wisuda 2.133 Lulusan, Rektor Ingatkan Kemampuan Adaptasi Tentukan Keberhasilan Masa Depan
Belum Beraksi Ketahuan, Maling Masuk Rumah Sakit Dimassa, 2 Polisi Juga Ikut Kena Pukul
komentar
beritaTerbaru