Kapolres Simalungun Serap Keluhan Warga dari Jalan Rawan Laka hingga Status Lahan Perkebunan
Kapolres Simalungun menyerap keluhan warga dari jalan rawan laka hingga status lahan perkebunan.
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Utara — Setiap siswa datang ke kelas dengan kemampuan, kecepatan belajar, dan kebutuhan yang tidak selalu sama. Berangkat dari kenyataan inilah Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Medan (Unimed) mendampingi guru-guru SMP di Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif dan berorientasi pada penguatan kompetensi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kegiatan ini menjadi bagian dari PkM Skema Kebijakan Tahun 2026 yang menempatkan ruang kelas sebagai tempat utama untuk membangun kemampuan akademik siswa, bukan semata-mata melalui latihan soal, tetapi melalui proses belajar yang memberi perhatian pada cara siswa memahami, bernalar, dan memecahkan masalah.
Program diketuai oleh Dr. Abil Mansyur, S.Si., M.Si., bersama Dr. Muliawan Firdaus, S.Pd., M.Si., Dr. Elmanani Simamora, M.Si., Dr. Tiur Malasari Siregar, S.Pd., M.Si., dan Budi Halomoan Siregar, S.Pd., M.Sc. Pelaksanaannya juga melibatkan dosen pendamping dan mahasiswa yang bekerja bersama guru di sekolah mitra. Pendampingan dilakukan di Pesantren Arkanudin, SMP Negeri 3 Kualuh Hulu Londut, SMP Negeri 2 Kualuh Hulu Sono Martani, SMP Negeri 5 Sialang Taji, dan SMP Negeri 4 Kualuh Selatan Simangalami. Sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan, tim terlebih dahulu melakukan observasi dan diskusi bersama sekolah agar rancangan kegiatan dapat disesuaikan dengan karakter pembelajaran dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Baca Juga:
Kegiatan kemudian dilaksanakan dalam dua tahap. Praktik Baik I dan Praktik Baik II . Pola dua tahap ini dirancang agar guru tidak hanya menerima penjelasan mengenai pembelajaran adaptif, tetapi mengalami sendiri proses belajar profesional: melihat contoh, mengamati bagaimana keputusan pembelajaran dibuat, mencoba menerapkannya di kelas, lalu mendiskusikan kembali hasilnya bersama dosen pendamping.
Pada Praktik Baik I, dosen pendamping masuk ke kelas sebagai role model. Guru mengamati bagaimana pembelajaran dimulai melalui apersepsi dan pertanyaan pemantik, kemudian memperhatikan respons siswa untuk mengetahui kesiapan mereka dalam mengikuti pembelajaran. Perhatian tidak hanya diarahkan pada benar atau salahnya jawaban siswa. Cara siswa menjelaskan pemikiran, memilih strategi, berdiskusi, menggunakan informasi, dan menyelesaikan masalah juga menjadi bagian penting dari proses belajar. Dari situ, guru dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan siswa dan menentukan bentuk dukungan yang paling sesuai selama pembelajaran berlangsung.
Baca Juga:
Prinsip adaptif kemudian terlihat dari bagaimana siswa memperoleh dukungan belajar. Siswa yang masih membutuhkan penguatan dapat memperoleh pertanyaan pengarah, contoh, atau scaffolding yang lebih terstruktur, sedangkan siswa yang sudah menunjukkan penguasaan yang lebih baik diberikan aktivitas pengayaan dan tantangan yang lebih tinggi. Pendekatan ini tidak dimaksudkan untuk memberi label kepada siswa berdasarkan kemampuan, melainkan untuk memastikan bahwa setiap siswa memperoleh kesempatan berkembang dari titik belajarnya masing-masing. Orientasi terhadap TKA pun ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yaitu memperkuat kemampuan memahami informasi, menerapkan konsep, melakukan analisis, bernalar, dan memecahkan masalah.
Pada Praktik Baik II, peran mulai bergeser. Guru yang sebelumnya lebih banyak mengamati kemudian menjadi pelaksana utama pembelajaran, sedangkan dosen mengambil posisi sebagai pendamping dan pengamat. Guru mulai membawa hasil pengamatan dan asesmen ke dalam keputusan-keputusan yang dibuat selama proses belajar. Ketika menemukan siswa yang membutuhkan bantuan, guru memberikan penguatan; ketika siswa menunjukkan perkembangan yang lebih baik, guru memberikan tantangan berikutnya. Diskusi kelas, LKPD, pekerjaan siswa, pertanyaan yang muncul, dan cara siswa memberikan alasan menjadi informasi yang dapat digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.
Teknologi Artificial Intelligence (AI) digunakan secara proporsional sebagai salah satu alat bantu bagi guru, terutama untuk menyiapkan alternatif materi, soal, aktivitas, maupun pengayaan. Namun, teknologi tidak ditempatkan sebagai pusat pembelajaran. Setiap bahan tetap diperiksa dan disesuaikan oleh guru dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa sebelum digunakan di kelas. Peran utama tetap berada pada guru yang membaca situasi kelas, memahami respons siswa, memilih bentuk bantuan, serta menentukan langkah pembelajaran berikutnya.
Melalui dua tahap Praktik Baik tersebut, guru memperoleh pengalaman yang utuh: melihat contoh, mencoba sendiri, berdiskusi, menerima masukan, lalu memperbaiki praktik pembelajaran. Pengalaman ini diharapkan tidak berhenti ketika program PkM selesai, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari praktik pembelajaran sehari-hari. Pembelajaran adaptif pada akhirnya bukan sekadar metode, melainkan cara memandang siswa sebagai individu yang memiliki kebutuhan belajar beragam dan layak mendapat dukungan yang sesuai.(hum)
Kapolres Simalungun menyerap keluhan warga dari jalan rawan laka hingga status lahan perkebunan.
Sumut 11 jam lalu
Polisi ciduk seorang pengedar sabu di Pinangsori Tapteng, 14 paket disita jadi barbut.
Peristiwa 11 jam lalu
Polres Tapanuli Tengah Ringkus Pelaku Curanmor di Barus, Sepeda Motor Korban Berhasil Diamankan.
Kriminal 11 jam lalu
Kapolres Sibolga Gelar Kegiatan Minggu Kasih di GPIB.
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota Medan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pendekatan lang
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Provinsi Sumatera Utara mengalami swasembada pangan yang cukup nyata dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Su
Bisnis 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Patumbak Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GP Al Washliyah), H. Aminullah Siagian, melakukan kun
Medan 16 jam lalu
Posmetro Medan, Labuhanbatu Menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan peredaran narkotika, Unit Reskrim Polsek Bilah Hilir men
Kriminal 19 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Sibiru biru Pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Sibirubiru, Kabupaten Deli Serdang, ternyata bukan ide baru. G
Global 19 jam lalu
POSMETRO MEDAN Medan Lawyer Football Club (MLFC) menyampaikan apresiasi, dukungan, dan ucapan selamat atas terselenggaranya PERADI & Mala
Sumut 20 jam lalu