Jumat, 05 Juni 2026

Pengangguran di RI Tembus 7,28 Juta Orang!

Indrawan - Senin, 05 Mei 2025 10:27 WIB
Pengangguran di RI Tembus 7,28 Juta Orang!
Ilustrasi korban PHK. (istock)

POSMETRO MEDAN, Jakarta - Jumlah pengangguran di Indonesia semakin banyak menjadi 7,28 juta orang per Februari 2025. Jumlah tersebut bertambah 83,45 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.





Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bertambahnya jumlah pengangguran diikuti oleh adanya tambahan angkatan kerja sebanyak 3,67 juta orang menjadi 153,05 juta orang. Dari jumlah itu, tercatat yang sudah bekerja hanya 145,77 juta orang atau bertambah 3,59 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.





"Tidak semua terserap di pasar kerja sehingga terdapat jumlah orang yang menganggur sebanyak 7,28 juta orang. Dibandingkan dengan Februari 2024, per Februari 2025 jumlah orang yang menganggur meningkat 83,45 ribu orang yang naik kira-kira 1,11%," kata Amalia dalam konferensi pers, Senin (5/5/2025).

Baca Juga:




Jumlah penganggur sebanyak 7,28 juta orang itu setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,76% atau lebih rendah jika dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 4,82%. Penurunan itu utamanya terjadi pada TPT perempuan.





"Sedangkan TPT laki-laki mengalami peningkatan sebesar 0,02% basis poin. Penurunan TPT konsisten terjadi di wilayah perkotaan maupun pedesaan," beber Amalia.

Baca Juga:




Dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 70,60% pada Februari 2025, lebih tinggi jika dibandingkan Februari 2024 yang mencapai 69,80%. Jika dibedakan menurut jenis kelamin, TPAK laki-laki masih lebih tinggi sebesar 84,34% dibandingkan TPAK perempuan 56,70%.





"Jika dibandingkan Februari 2024, peningkatan TPAK perempuan lebih tinggi dibandingkan peningkatan TPAK laki-laki," ujar Amalia.





Amalia membeberkan total keseluruhan penduduk usia kerja sebanyak 216,79 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 153,05 juta orang merupakan angkatan kerja dan 63,74 juta orang merupakan bukan angkatan kerja alias memilih tidak mau bekerja.





"Pengangguran yang dicatat pada Sakernas ini berasal dari kategori lain seperti lulusan baru yang mencari kerja, ibu rumah tangga yang mencari pekerjaan dan lain-lain," beber Amalia.





Lebih rinci dijelaskan, tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan dan industri pengolahan. Jika dibandingkan dengan Februari 2024, sebagian besar lapangan usaha disebut mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja.





"Lapangan usaha perdagangan mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja terbanyak yaitu sebesar 0,98 juta orang. Disusul oleh lapangan usaha pertanian yang mengalami peningkatan 0,89 juta orang dan industri pengolahan 0,72 juta orang," ungkap Amalia. (wan/dtc)


Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
DPC Pro-Gibran Tapanuli Utara Resmi Dikukuhkan
BPJPH Ingatkan Produsen  Makanan Minuman Oktober 2026:Wajib Halal
IPW: Rekor Sejarah! Hadiah Terbesar Hari Bhayangkara ke-80
Sengkarut LPG 3 Kg! DPRD Labuhanbatu 'Panggil Paksa' Pemkab dan Pertamina, Gelar RDP Darurat
IPW Desak Sidang Propam Penyidik Polres Metro Depok
Nenek Moyang Kita Sudah "Go International" Ribuan Tahun Lalu, Riset BRIN Ungkap Buktinya
komentar
beritaTerbaru