Pimpinan UINSU Medan Kunjungi Polda Sumut di Momentum Syawal 1447 H
POSMETRO MEDAN,Medan Masih dalam suasana hangat Idulfitri 1447 H, jajaran pimpinan UIN Sumatera Utara Medan melanjutkan agenda silaturrahi
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Sidoarjo -- Evakuasi Nur Ahmad, salah satu santri yang terjebak reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo pada Senin (29/9/2025) berlangsung dramatis. Tenaga kesehatan harus mengambil langkah untuk mengamputasi lengan kirinya di lokasi kejadian.
Dokter Aaron Franklyn Suaduon Simatupang, salah satu dokter yang bertugas saat itu, mempertaruhkan nyawanya untuk membantu evakuasi. Bagi Aaron, saat itu tidak ada misi lain kecuali membawa keluar Ahmad dan menyelamatkan nyawanya dalam kondisi hidup, atau justru ikut tertimpa bangunan yang sewaktu-waktu berpotensi ambruk lagi.
"Pikiran saya, saya udah siap mati sama pasien kalau bangunan itu runtuh. Karena itu sangat berbahaya, salah gerak sedikit ambruk," ujar Aaron, Jumat (3/10/2025).
Dalam misi tersebut, dirinya berada di bawah supervisi Spesialis Ortopedi dan Traumatologi RSUD R T Notopuro Sidoarjo, Dokter Larona Hydravianto, langsung memutuskan untuk menyelamatkan Ahmad.
Saat itu, Ahmad terancam kehilangan banyak darah lantaran siku lengan kirinya tertindih habis oleh beton bangunan yang ambruk. Menurut Aaron, ada dua pilihan, yakni menunggu beton diangkat, lalu korban dievakuasi atau opsi kedua, langsung melakukan tindakan anestesi dan amputasi di lokasi.
"Sepertinya tidak memungkinkan untuk yang opsi pertama karena risikonya adalah pasien kehilangan darah lebih banyak lagi, kemudian oksigen yang ada menipis, sehingga pasien kemungkinan bisa hipoksia yang berujung pada hal yang tidak kita inginkan," bebernya.
Aaron saat itu pun harus merayap sekitar 10 meter dengan ruang yang cukup terbatas. Ketinggian maksimalnya 50 sentimeter dan langsung melakukan pembiusan.
"Saya suntikkan obat bius, kalau sakit maaf ya," ujarnya ke Ahmad yang saat itu dalam posisi tengkurap.
Ia lalu berhasil menuntaskan amputasi di lokasi sekitar 10 menit, kemudian dirinya kembali merayap keluar sembari menarik korban. Sampai di luar reruntuhan, dokter yang siaga langsung melakukan stabilisasi terhadap kondisi Ahmad.
"Ya memang di dalam itu sangat terbatas ruangnya. Jadi, enggak mungkin semua bisa masuk sebagai tim, tapi kami di pos masing-masing," ungkapnya.
POSMETRO MEDAN,Medan Masih dalam suasana hangat Idulfitri 1447 H, jajaran pimpinan UIN Sumatera Utara Medan melanjutkan agenda silaturrahi
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapsel Kondisi masyarakat di Huntara (Hunian Sementara) Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, masih
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Salah satu impian serta harapan besar bagi setiap siswa yang duduk kelas akhir madrasah yaitu dapat melanjutkan stud
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanjungbalai Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Tanjungbalai kembali beraktivitas pasca libur Ramadan dan Hari Raya Idulfi
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada ma
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Halaman Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan di Jalan HM. Said mendadak dipenuhi deretan karangan bunga. F
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Demi mewujudkan swasembada pangan sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Ba
Inter-Nasional 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Transformasi digital layanan pertanahan yang dijalankan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasion
Inter-Nasional 5 jam lalu
Aprilia mendominasi tiga seri pembuka MotoGP 2026. Pabrikan asal Italia tersebut berhasil menyapu bersih kemenangan di main race.
Sport 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid bersama Rektor Universitas
Inter-Nasional 5 jam lalu