Rabu, 11 Februari 2026

DJ Parlin Sembiring Tersangka Tabrak Lari, Keluarga Korban: Kami Tunggu Permintaan Maaf Langsung

Administrator - Jumat, 24 Oktober 2025 12:52 WIB
DJ Parlin Sembiring Tersangka Tabrak Lari, Keluarga Korban: Kami Tunggu Permintaan Maaf Langsung
Dam
DJ Parlin (kanan) saat diperiksa penyidik di Polrestabes Medan.

POSMETRO MEDAN,Medan -- Kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengemudi becak barang, Fauzi (61), di Jalan Jamin Ginting, Medan, menemui titik terang. Polisi secara resmi menetapkan DJ Parlin Sembiring (28) sebagai tersangka dalam insiden tragis yang terjadi pada Sabtu dini hari, 18 Oktober 2025.

Kepastian status hukum ini disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita. Ia juga mengonfirmasi bahwa hasil tes urine tersangka negatif narkoba.

"Yang bersangkutan statusnya sudah tersangka. Hasil tes urine negatif," tegas I Made saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/10/2025).

Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 05.10 WIB, saat mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan Parlin melaju kencang dari arah Simpang Pos. Kendaraan tersebut menabrak becak barang yang dikendarai Fauji dari belakang. Menurut saksi mata, benturan keras membuat korban terpental hingga menabrak pohon dan tewas seketika di lokasi.

"Sopir Fortuner sempat kabur, tapi warga mengejar dan berhasil mengamankannya," ungkap seorang saksi.

Sementara proses hukum berjalan, pihak keluarga korban masih menantikan itikad baik dari pelaku. Febry Gunawan, anak korban, menyatakan bahwa meskipun utusan tersangka telah datang, keluarga besar menuntut kehadiran langsung Parlin Sembiring untuk meminta maaf kepada ibunya.

"Utusannya memang sudah datang, tapi kami ingin yang menabrak sendiri datang langsung. Kami tidak menutup pintu damai, tapi harus ada niat baik," ujar Febry di rumah duka, Minggu (19/10/2025).

Keluarga juga menyuarakan kekhawatiran agar status sosial tersangka tidak memengaruhi jalannya proses hukum.

"Kami berharap hukum tetap berjalan adil dan transparan. Jangan sampai kasus ini jadi buram hanya karena pelaku dari kalangan mampu," tegasnya.

Meski demikian, Febry menambahkan bahwa keluarga tetap membuka ruang untuk penyelesaian secara kekeluargaan jika pelaku menunjukkan tanggung jawab dan meminta maaf secara tulus.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru