Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri, Rico Waas: Medan Simbol Keberagaman Indonesia
Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri, Rico Waas Medan Simbol Keberagaman Indonesia.
Medan 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN,, Makassar -- Kasubdit Humas dan Protokoler Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Hadi Saputra, menyebut, pihak kampus sangat menyesalkan adanya penyerangan oleh kelompok Orang Tak Dikenal (OTK).
Dikatakan Hadi, penyerangan yang melukai dua mahasiswa Unismuh itu diduga terencana.
"Pihak keamanan Kampus telah berupaya membangun sistem yang bisa melakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan dalam kampus," ujar Hadi kepada wartawan, Minggu (2/11/2025).
Baca Juga:
"Namun OTK yang melakukan penyerangan diduga secara terencana melakukan penyerangan dengan senyap," tambahnya.
Hadi menegaskan, pihak kampus akan mendampingi dan menanggung seluruh biaya pengobatan mahasiswa yang menjadi korban.
Baca Juga:
"Kami juga memberikan dukungan moril dan psikologis agar mereka dapat kembali beraktivitas akademik dengan baik," imbuhnya.
Selain itu, kata Hadi, ia juga mendorong pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini diusut sesuai hukum yang berlaku.
"Unismuh berharap tindakan teror di lingkungan kampus disikapi secara serius," tegasnya.
Pimpinan Unismuh, lanjut Hadi, berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan kenyamanan lingkungan belajar bagi segenap sivitas akademika.
Hadi bilang, Unismuh juga akan melakukan penelusuran fakta terhadap insiden tersebut, termasuk menelusuri motif penyerangan.
"Apabila rangkaian kejadian tersebut melibatkan mahasiswa Unismuh, baik secara pribadi maupun organisasi, Pimpinan Unismuh akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan Peraturan dan Tata Tertib yang berlaku di Unismuh," terangnya.
Ia kemudian meminta kepada semua pihak agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan adanya keributan tersebut.
"Kami mengimbau seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa," kuncinya.
Sebelumnya, Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut, pelaku berjumlah sekitar 20 orang, datang dengan wajah tertutup dan membawa senjata tajam.
"Kejadiannya tiba-tiba diserang OTK sekitar 20 orang, mereka memakai penutup muka," ujar Ismail, Jumat (31/10/2025).
Diceritakan Islmail, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WITA di dalam lingkungan kampus.
Begitu laporan diterima, kata Ismail, pihaknya dari Polsek Rappocini langsung mendatangi lokasi, namun para pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.
"Saat ini kita sementara dalami dan kita kembangkan karena baru masuk LP-nya kemarin. Mudah-mudahan secepatnya bisa terungkap," sebutnya.
Kata Ismail, insiden tersebut terjadi saat sejumlah mahasiswa tengah membersihkan area sekitar sekretariat organisasi mereka.
"Anak-anak mahasiswa sementara rapikan pohon yang menghambat dibersihkan, tiba-tiba ada orang tidak dikenal. Sekuriti juga kaget," ungkapnya.
Korban N sempat mendapat perawatan di Klinik Unismuh sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara, lalu ke RS Mata Makassar karena luka di bagian mata cukup parah.
"Kondisi korban, ada yang kena busur matanya. Kena di mata, sudah diperban. Kami belum tahu kondisinya apakah buta atau cacat karena sudah diperban," Ismail menuturkan.
Sementara korban lain yang terkena sabetan parang di kepala disebut mulai membaik setelah mendapat perawatan medis.
"Korban satunya menurut informasi dari anggota saya yang melihat di RS, seperti itu (kena parang) tapi sudah mulai membaik semua. Mahasiswa (UKM) Pahala, Unismuh," bebernya.
Polisi kini tengah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi para pelaku.
"Sementara kami masih pengembangan untuk mengejar para pelaku, CCTV kampus di sekitar TKP kami juga sudah buka," terangnya.
Ismail bilang, situasi kampus kini sudah kembali kondusif. Untuk mencegah serangan lanjutan, pihak kepolisian menempatkan sejumlah personel di lokasi.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa ungkap pelakunya. Penyidik sementara mencari barang bukti dan mengambil keterangan saksi di TKP, termasuk mengecek CCTV," kuncinya.(Fajar)
Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri, Rico Waas Medan Simbol Keberagaman Indonesia.
Medan 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN,LANGKAT Kasus perambahan ratusan hektar Taman Margasatwa Karang Gading Langkat Timur Laut (TM KG LTL), di Kecamatan Tanjung
Medan 26 menit lalu
POSMETROMEDAN, Lubuk Pakam Persoalan yang masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang adalah penataan jaring
Sumut 27 menit lalu
Thomas Frank dipecat Tottenham Hotspur dari jabatan manajer tim. Juru taktik asal Denmark itu didepak setelah hasilhasil buruk Spurs.
Sport 37 menit lalu
Gajah Sumatera bernama Ratna yang berada di lembaga konservasi R Zoo & Park Kabupaten Serdang Begadai (Sergai), dilaporkan mati.
Sumut 48 menit lalu
PT Pelni Cabang Medan Prediksi 31 Ribu Penumpang Idul Fitri Tahun 2026.
Medan 58 menit lalu
Viral, Driver Taksi Online Tegur Tegas Penumpang Diduga Lakukan Tindakan Asusila
Viral 3 jam lalu
Cuaca Kota Medan Banyak Diguyur Hujan Ringan, Cek Ramalan Kamis 12 Februari 2026.
Medan 3 jam lalu
Wali Kota Medan Buka Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idul Fitri di Medan Labuhan
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 15 jam lalu