6 Pemain Narkoba di Batu Bara Digulung
Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Lima Kasus Narkotika dalam Dua Hari, Enam Pelaku Ditangkap.
Sumut 60 menit lalu
POSMETRO MEDAN,, Makassar -- Kasubdit Humas dan Protokoler Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Hadi Saputra, menyebut, pihak kampus sangat menyesalkan adanya penyerangan oleh kelompok Orang Tak Dikenal (OTK).
Dikatakan Hadi, penyerangan yang melukai dua mahasiswa Unismuh itu diduga terencana.
"Pihak keamanan Kampus telah berupaya membangun sistem yang bisa melakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan dalam kampus," ujar Hadi kepada wartawan, Minggu (2/11/2025).
Baca Juga:
"Namun OTK yang melakukan penyerangan diduga secara terencana melakukan penyerangan dengan senyap," tambahnya.
Hadi menegaskan, pihak kampus akan mendampingi dan menanggung seluruh biaya pengobatan mahasiswa yang menjadi korban.
Baca Juga:
"Kami juga memberikan dukungan moril dan psikologis agar mereka dapat kembali beraktivitas akademik dengan baik," imbuhnya.
Selain itu, kata Hadi, ia juga mendorong pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini diusut sesuai hukum yang berlaku.
"Unismuh berharap tindakan teror di lingkungan kampus disikapi secara serius," tegasnya.
Pimpinan Unismuh, lanjut Hadi, berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan kenyamanan lingkungan belajar bagi segenap sivitas akademika.
Hadi bilang, Unismuh juga akan melakukan penelusuran fakta terhadap insiden tersebut, termasuk menelusuri motif penyerangan.
"Apabila rangkaian kejadian tersebut melibatkan mahasiswa Unismuh, baik secara pribadi maupun organisasi, Pimpinan Unismuh akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan Peraturan dan Tata Tertib yang berlaku di Unismuh," terangnya.
Ia kemudian meminta kepada semua pihak agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan adanya keributan tersebut.
"Kami mengimbau seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa," kuncinya.
Sebelumnya, Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut, pelaku berjumlah sekitar 20 orang, datang dengan wajah tertutup dan membawa senjata tajam.
"Kejadiannya tiba-tiba diserang OTK sekitar 20 orang, mereka memakai penutup muka," ujar Ismail, Jumat (31/10/2025).
Diceritakan Islmail, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WITA di dalam lingkungan kampus.
Begitu laporan diterima, kata Ismail, pihaknya dari Polsek Rappocini langsung mendatangi lokasi, namun para pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.
"Saat ini kita sementara dalami dan kita kembangkan karena baru masuk LP-nya kemarin. Mudah-mudahan secepatnya bisa terungkap," sebutnya.
Kata Ismail, insiden tersebut terjadi saat sejumlah mahasiswa tengah membersihkan area sekitar sekretariat organisasi mereka.
"Anak-anak mahasiswa sementara rapikan pohon yang menghambat dibersihkan, tiba-tiba ada orang tidak dikenal. Sekuriti juga kaget," ungkapnya.
Korban N sempat mendapat perawatan di Klinik Unismuh sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara, lalu ke RS Mata Makassar karena luka di bagian mata cukup parah.
"Kondisi korban, ada yang kena busur matanya. Kena di mata, sudah diperban. Kami belum tahu kondisinya apakah buta atau cacat karena sudah diperban," Ismail menuturkan.
Sementara korban lain yang terkena sabetan parang di kepala disebut mulai membaik setelah mendapat perawatan medis.
"Korban satunya menurut informasi dari anggota saya yang melihat di RS, seperti itu (kena parang) tapi sudah mulai membaik semua. Mahasiswa (UKM) Pahala, Unismuh," bebernya.
Polisi kini tengah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi para pelaku.
"Sementara kami masih pengembangan untuk mengejar para pelaku, CCTV kampus di sekitar TKP kami juga sudah buka," terangnya.
Ismail bilang, situasi kampus kini sudah kembali kondusif. Untuk mencegah serangan lanjutan, pihak kepolisian menempatkan sejumlah personel di lokasi.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa ungkap pelakunya. Penyidik sementara mencari barang bukti dan mengambil keterangan saksi di TKP, termasuk mengecek CCTV," kuncinya.(Fajar)
Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Lima Kasus Narkotika dalam Dua Hari, Enam Pelaku Ditangkap.
Sumut 60 menit lalu
Nilai Tukar Rupiah melemah menjadi Rp17.883 per Dolar AS pada Selasa, 30 Juni 2026 sesi pagi.
Bisnis satu jam lalu
Eksekutor Kelima Saibari Jadi Malapetaka De Oranje, Maroko Melaju ke Babak 16 Besar
Sport satu jam lalu
Hasil Piala Dunia 2026 Maroko Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti.
Sport 2 jam lalu
Polres Dairi meringkus 38 tersangka dari 29 kasus periode April Juni 2026, Kapolres bilang, ayo agar kita sinergi memerantas narkoba.
Kriminal 2 jam lalu
Budiman Tanjung resmi menjabat sebagai Dirtek Perumda Tirta Uli Pematangsiantar setelah dilantik Walikota.
Berita 2 jam lalu
driver taksi online ini ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Kota Kisaran Timur setelah diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu. Duh
Peristiwa 2 jam lalu
Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi menyerahkan tali asih ke kader terdampak kebakaran Pasar Dwikora (Pajak Parluasan).
Sumut 3 jam lalu
Komentar Orlando Gill Usai Gagalkan Penalti Jerman Sensasi Luar Biasa! Saya Selamatkan Dua Penalti.
Sport 4 jam lalu
Hasil Piala Dunia 2026 Gol Injury Time, Brasil Lolos ke 16 Besar.
Sport 4 jam lalu