Semarak Kemerdekaan di Samosir, Mobil Hias OPD dan Instansi Lainnya Tampil Penuh Kreativitas
Semarak Kemerdekaan di Samosir, Mobil Hias OPD dan Instansi Lainnya Tampil Penuh Kreativitas.
Sumut 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN,, Makassar -- Kasubdit Humas dan Protokoler Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Hadi Saputra, menyebut, pihak kampus sangat menyesalkan adanya penyerangan oleh kelompok Orang Tak Dikenal (OTK).
Dikatakan Hadi, penyerangan yang melukai dua mahasiswa Unismuh itu diduga terencana.
"Pihak keamanan Kampus telah berupaya membangun sistem yang bisa melakukan deteksi dini terhadap potensi gesekan dalam kampus," ujar Hadi kepada wartawan, Minggu (2/11/2025).
Baca Juga:
"Namun OTK yang melakukan penyerangan diduga secara terencana melakukan penyerangan dengan senyap," tambahnya.
Hadi menegaskan, pihak kampus akan mendampingi dan menanggung seluruh biaya pengobatan mahasiswa yang menjadi korban.
Baca Juga:
"Kami juga memberikan dukungan moril dan psikologis agar mereka dapat kembali beraktivitas akademik dengan baik," imbuhnya.
Selain itu, kata Hadi, ia juga mendorong pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini diusut sesuai hukum yang berlaku.
"Unismuh berharap tindakan teror di lingkungan kampus disikapi secara serius," tegasnya.
Pimpinan Unismuh, lanjut Hadi, berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan kenyamanan lingkungan belajar bagi segenap sivitas akademika.
Hadi bilang, Unismuh juga akan melakukan penelusuran fakta terhadap insiden tersebut, termasuk menelusuri motif penyerangan.
"Apabila rangkaian kejadian tersebut melibatkan mahasiswa Unismuh, baik secara pribadi maupun organisasi, Pimpinan Unismuh akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan Peraturan dan Tata Tertib yang berlaku di Unismuh," terangnya.
Ia kemudian meminta kepada semua pihak agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan adanya keributan tersebut.
"Kami mengimbau seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa," kuncinya.
Sebelumnya, Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut, pelaku berjumlah sekitar 20 orang, datang dengan wajah tertutup dan membawa senjata tajam.
"Kejadiannya tiba-tiba diserang OTK sekitar 20 orang, mereka memakai penutup muka," ujar Ismail, Jumat (31/10/2025).
Diceritakan Islmail, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 15.30 WITA di dalam lingkungan kampus.
Begitu laporan diterima, kata Ismail, pihaknya dari Polsek Rappocini langsung mendatangi lokasi, namun para pelaku sudah lebih dulu melarikan diri.
"Saat ini kita sementara dalami dan kita kembangkan karena baru masuk LP-nya kemarin. Mudah-mudahan secepatnya bisa terungkap," sebutnya.
Kata Ismail, insiden tersebut terjadi saat sejumlah mahasiswa tengah membersihkan area sekitar sekretariat organisasi mereka.
"Anak-anak mahasiswa sementara rapikan pohon yang menghambat dibersihkan, tiba-tiba ada orang tidak dikenal. Sekuriti juga kaget," ungkapnya.
Korban N sempat mendapat perawatan di Klinik Unismuh sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara, lalu ke RS Mata Makassar karena luka di bagian mata cukup parah.
"Kondisi korban, ada yang kena busur matanya. Kena di mata, sudah diperban. Kami belum tahu kondisinya apakah buta atau cacat karena sudah diperban," Ismail menuturkan.
Sementara korban lain yang terkena sabetan parang di kepala disebut mulai membaik setelah mendapat perawatan medis.
"Korban satunya menurut informasi dari anggota saya yang melihat di RS, seperti itu (kena parang) tapi sudah mulai membaik semua. Mahasiswa (UKM) Pahala, Unismuh," bebernya.
Polisi kini tengah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi para pelaku.
"Sementara kami masih pengembangan untuk mengejar para pelaku, CCTV kampus di sekitar TKP kami juga sudah buka," terangnya.
Ismail bilang, situasi kampus kini sudah kembali kondusif. Untuk mencegah serangan lanjutan, pihak kepolisian menempatkan sejumlah personel di lokasi.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa ungkap pelakunya. Penyidik sementara mencari barang bukti dan mengambil keterangan saksi di TKP, termasuk mengecek CCTV," kuncinya.(Fajar)
Semarak Kemerdekaan di Samosir, Mobil Hias OPD dan Instansi Lainnya Tampil Penuh Kreativitas.
Sumut 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menunjukkan eksistensi dan kep
Medan 13 menit lalu
&039Gonggongan&039 Bertuan Publik Bedah Redaksi Debut POSMETRO MEDAN
Editorial 16 menit lalu
Jon Saragih, sukses meraih medali emas GAMMA Asian Championships 2026 yang digelar di Malaysia.
Sport 18 menit lalu
Guru Honorer Bergaji Rp500 Ribu di Labura Tersangkut Kasus, Begini Kisahnya.
Viral 33 menit lalu
DPN LKLH Meminta KPK Pantau Kinerja PT Agrinas Palma Nusantara dan Selesaikan Konflik Agraria serta Audit KSO.
Inter-Nasional 38 menit lalu
Polsek Siantar Martoba Respons Tindaklanjuti Laporan Warga Jalan Antara Kiri.
Sumut 48 menit lalu
Ciptakan Suasana Aman dan Kondusif, Polres Sibolga Gelar Patroli Malam Skala Luas.
Sumut satu jam lalu
Tim Gabungan BNN RI dan Polda Metro Jaya Ringkus Bos Narkoba Kampung Bahari dan Geledah Sarang Bandar.
Inter-Nasional satu jam lalu
Leicester City, klub yang sedekade lalu bikin dunia merinding usai menjuarai Premier League, kini terpuruk ke kasta ketiga dan terpaksa dij
Sport satu jam lalu