Rakernas XVIII APEKSI, Hasilkan 10 Rekomendasi Strategis Perkuat Kota Tangguh
Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan sedikitnya 10 rekomendasi strategis memperkuat Kota Tangguh.
Sumut 10 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap bagaimana licinnya gerak Dewi Astutik, buron kasus penyelundupan sabu Rp 5 triliun. Dewi disebut kerap berpindah-pindah negara dan mengubah penampilan demi menghindari kejaran aparat.
Dewi Astutik ditetapkan sebagai DPO kasus narkoba sejak tahun 2024 lalu. Di pertengahan tahun 2025, Dewi Astutik kembali membuat geger karena mengendalikan penyelundupan 2 ton narkoba jenis sabu senilai Rp 5 triliun di perairan Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
Komjen Marthinus Hukom yang saat itu menjabat sebagai Kepala BNN, mengatakan Dewi Astutik mengendalikan penyelundupan ini. Peran Dewi Astutik dalam penyelundupan ini diketahui dari empat warga negara Indonesia (WNI) yang diamankan saat penyelundupan itu.
Baca Juga:
"Dewi Astutik memiliki keterkaitan dengan puncak jaringan dari keempat orang ini, dan saya yakini ini adalah jaringan internasional di kawasan Asia Tenggara yang melibatkan jaringan Indonesia. Buktinya, empat orang ini tertangkap," kata Marthinus saat konferensi pers di Batam, Senin (26/5).
Sabu sebanyak 2 ton itu diangkut Kapal MT Sea Dragon Tarawa dikendalikan oleh seorang warga negara Thailand bernama Chancai. Pria tersebut merupakan buron kepolisian Thailand dan kini telah ditetapkan sebagai DPO internasional.
Baca Juga:
Saat kasus ini terungkap, BNN mengendus keberadaan Dewi Astutik di Kamboja.
Hingga akhirnya, Dewi Astutik ini berhasil ditangkap BNN pada (1/12) di Sihanoukville, Kamboja. Dewi ditangkap BNN bersama Interpol dan BAIS di Kamboja.
Begitu ditangkap, Dewi Astutik langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada Selasa (2/12) malam, Dewi tiba di Indonesia dengan tangan terikat dan dikawal sejumlah petugas.

BNN Ungkap 'Licinnya' Dewi Astutik
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dalam jumpa persnya mengungkapkan bagaimana 'licinnya' pergerakan Dewi Astutik. BNN mengaku kesulitan menangkap Dewi, meski akhirnya mereka berhasil menangkap Dewi.
Suyudi mengatakan Dewi sering berpindah-pindah negara. Selain itu, alasan dia susah tertangkap karena Dewi menjadi bagian dari jaringan internasional. Dewi bahkan salah satu WNI yang mendominasi kawasan Golden Triangle atau jaringan narkoba, sama seperti Fredy Pratama yang juga merupakan buron sejak 2014.
"Tentunya kesulitannya karena yang bersangkutan ini satu, dia adalah bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara satu, ke negara lain," kata Suyudi dalam jumpa pers di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (2/12).
Suyudi mengatakan pihaknya menerima informasi keberadaan Dewi pada Senin, 17 November lalu. Mereka mengetahui keberadaan Dewi di wilayah Phnom Penh, kamboja.
"Pada saat yang bersangkutan berada di negara Kamboja, kita dengan kerja sama yang tadi saya sampaikan, bisa menemukan titik yang bersangkutan sehingga kita lakukan penangkapan dengan kolaboratif antara negara Indonesia dan pemerintah Kamboja," jelasnya.
Sering Ubah Penampilan
Sejalan dengan Kepala BNN, pergerakan Dewi Astutik ini juga pernah diungkap oleh tetangga Dewi di Sumber Agung, Balong, Ponorogo, Jawa Timur. Dewi Astutik disebut sering mengubah penampilannya.
"Awalnya rambutnya pendek, tapi sering berubah-ubah," kata Mbah Misiyem, kepada detikJatim, Jumat (30/5).
Mbah Misiyem menyebut Dewi pernah pamit untuk bekerja ke Kamboja seusai Lebaran 2023. Dewi beralasan bingung tinggal di rumah dan tidak memiliki pekerjaan tetap.
"Waktu itu pamitnya habis Lebaran, bilangnya mau kerja ke Kamboja. Saya sempat tanya, kok jauh sekali? Dia jawab di rumah nggak ada kerjaan. Saya juga tanya suaminya ditinggal gimana, dia bilang nggak apa-apa," imbuh Misiyem.
Buron di Korsel
Lebih lanjut, Dewi Astutik ternyata tidak hanya diburu di Indonesia. Di Korea Selatan, dia juga menjadi buronan.
"Dewi Astutik ini merupakan rekrutor dari jaringan perdagangan narkotika Asia-Afrika dan juga jadi DPO dari negara Korea Selatan," ujar Kepala BNN Komjen Suyudi.
Dewi Astutik merupakan aktor utama dalam penyelundupan 2 ton sabu. Komjen Suyudi menyebut dari penangkapan ini berhasil menyelamatkan 8 juta jiwa dari jeratan narkoba.
"Penangkapan 2 ton sabu berhasil menyelamatkan 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," ucapnya.
(wan/detik/bbs)
Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan sedikitnya 10 rekomendasi strategis memperkuat Kota Tangguh.
Sumut 10 menit lalu
Gussa Oliver dan Felesia masuk radar menjadi calon Paskibraka Nasional yang bikin Keluarga Besar Nainggolan dan Munthe bangga.
Profil 27 menit lalu
4 kontainer yang berisi narkotika jenis kuncup bunga cannabinoid yang menjadi bahan baku rokok elektronik diamankan petugas BNN.
Peristiwa 42 menit lalu
Sedikitnya 32 personel Polri dan ASN Polres Tapanuli Tengah menerima kenaikan pangkat, selamat!
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menggelar aksi sosial bertajuk
Medan satu jam lalu
Presiden APGN Toba Caldera Bisa memanfaatkan jejaring Geopark Asia Pasifik.
Berita satu jam lalu
Rajut Sinergitas dan Kebersamaan, Pemkab Samosir dan Polres memperkuat kolaborasi.
Sumut 2 jam lalu
Saksi di Menara Pandang Tarutung Lahirnya KaWaN, Pemersatu Insan Pers Tapanuli Utara
Sumut 2 jam lalu
Kejagung resmi menetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan menjadi tersangka bbaru dalam perkara dugaan korupsi MBG.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Melihat dari dekat sosok Kombes Pol Dr. Hilman Wijaya, S.I.K., M.H ternyata pernah bertugas di wilayah Padangsidimpuan.
Profil 3 jam lalu