Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Banda Aceh– Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (25/12/2025).
Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintah agar menetapkan bencana alam yang melanda Sumatera sebagai bencana nasional.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, situasi aksi sempat memanas ketika massa mengibarkan bendera Bulan Bintang di tengah orasi. Saat bendera dikibarkan, sejumlah peserta aksi terdengar meneriakkan kata, "Merdeka".
Baca Juga:
Tak lama berselang, aparat TNI dan Polri berupaya meredam situasi. Namun, diduga terjadi miskomunikasi antara massa dan aparat yang berujung pada bentrokan serta aksi saling kejar.
Sejumlah prajurit bersenjata lengkap terlihat mengejar salah satu pendemo yang diduga memicu kericuhan.
Baca Juga:
Meski sempat ricuh, massa aksi tetap bertahan dan melanjutkan tuntutan agar status bencana nasional segera ditetapkan. Situasi di lokasi dilaporkan sempat mencekam.
Sementara itu, video dugaan pemukulan oleh oknum prajurit TNI terhadap sejumlah warga Aceh Utara saat razia bendera Bulan Bintang beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi dalam razia gabungan TNI-Polri di Jembatan Krueng Mane, Aceh Utara, Kamis malam.
Dilihat dari rekaman video yang beredar, aparat melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas. Sejumlah penumpang mobil bak terbuka diminta turun, sementara petugas menyita bendera Bulan Bintang yang dibawa rombongan konvoi bantuan dari Kabupaten Pidie.
Dalam razia tersebut, beberapa anggota TNI dan Polri tampak membawa senjata laras panjang. Sejumlah warga dilaporkan mengalami pemukulan dan tendangan, bahkan ada yang mengalami luka di bagian kepala.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda (Kapendam IM), Kolonel TNI Mustafa Kamal menyebut kejadian itu terjadi akibat kesalahpahaman.
"Itu salah paham. Sudah saling memaafkan, masalahnya selesai dan damai," kata Mustafa saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (26/12/2025).
Menurut Mustafa, kondisi di Aceh Utara saat ini telah kondusif. Ia menegaskan bahwa TNI saat ini fokus membantu penanggulangan bencana alam.
"TNI fokus pada bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana," ujarnya.
Mustafa juga meneruskan video pernyataan Ketua Rombongan Konvoi, Azilul Nazirna Tiro. Dalam pernyataannya, Azilul mengakui insiden tersebut terjadi akibat kesalahpahaman yang tidak diinginkan.
"Kami mengakui ini adalah keteledoran kita bersama. Kita anggap permasalahan ini sudah selesai," kata Azilul.(SAN/Detiksumut)
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 9 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 9 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 9 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 9 jam lalu
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Peristiwa 10 jam lalu
Zakiyuddin Harahap Harap HIPMI Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.
Medan 11 jam lalu
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 12 jam lalu