Sabtu, 28 Maret 2026

Tragis! Bayi 9 Bulan Tewas Ditinggal Orang Tua demi Adopsi Anjing

Administrator - Sabtu, 03 Januari 2026 13:08 WIB
Tragis! Bayi 9 Bulan Tewas Ditinggal Orang Tua demi Adopsi Anjing
Istimewa
Ilustrasi bayi tewas.

POSMETRO MEDAN,Taiwan -- Tragedi memilukan mengguncang Kota Kaohsiung, Taiwan. Sepasang suami istri muda berusia 20 tahun tega meninggalkan putri mereka yang baru berusia 9 bulan sendirian di rumah selama tujuh jam demi mengadopsi seekor anjing di provinsi lain. Nahas, saat mereka kembali, bayi malang tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa.

Peristiwa ini terjadi pada 31 Desember 2025 pada sebuah apartemen sewaan di Distrik Gangshan. Sang ibu berdalih bahwa dirinya mengira bayinya akan tidur dalam waktu yang lama setelah disusui.

"Saya pikir setelah menyusui, bayi akan tidur lama," ujar ibu tersebut kepada penyelidik saat menjelaskan alasannya meninggalkan sang anak tanpa pengawasan.

Kronologi Kejadian

Pagi itu, sang ibu menerima telepon dari pusat penyelamatan hewan. Karena merasa "tak mampu menahan kegembiraan," ia bersama suaminya (ayah tiri korban) langsung berkendara ke luar kota untuk menjemput anjing incaran mereka. Mereka mengunci pintu apartemen sejak pukul 09.00 hingga 16.00 waktu setempat.

Sekembalinya mereka ke rumah, bayi perempuan itu ditemukan dalam kondisi sianosis (tubuh membiru) dan sudah berhenti bernapas. Pihak rumah sakit menyatakan bayi tersebut meninggal sebelum sempat mendapatkan perawatan darurat. Dugaan awal penyebab kematian adalah mati lemas akibat refluks susu atau tersedak.

Namun, kasus ini berkembang menjadi dugaan penganiayaan setelah dokter menemukan ketidakwajaran pada jasad bayi yang dibungkus handuk secara tergesa-gesa tersebut. Polisi menemukan memar besar di paha kiri dan bahu kiri. Kemudian ada luka bakar di dagu yang diduga kuat berasal dari sundutan rokok.

Menanggapi temuan ini, sang ibu memberikan pembelaan yang dinilai tidak masuk akal oleh pihak berwenang. Ia mengklaim anaknya "menabrak benda-benda sendiri" dan menyebut luka di leher korban berasal dari kuku jarinya yang panjang yang menggaruk dirinya sendiri.

Perilaku pasangan muda ini di kamar mayat memicu kemarahan publik. Ayah tiri korban tampak sangat tenang dan bahkan sempat meminta sebatang rokok seolah tidak terjadi hal besar. Keduanya tidak menunjukkan tanda-tanda kesedihan atau penyesalan layaknya orang tua yang baru saja kehilangan buah hati.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru