Selasa, 10 Maret 2026

Astaghfirullah! Ustaz Nyaris Jadi Korban Begal Saat Hendak Tausiyah Subuh

Faliruddin Lubis - Selasa, 10 Maret 2026 10:01 WIB
Astaghfirullah! Ustaz Nyaris Jadi Korban Begal Saat Hendak Tausiyah Subuh
Suara Islam
Ilustrasi.

POSMETRO MEDAN,Medan – Seorang ustaz bernama Lukmanulhakim, LC (32), warga Lingkungan 22 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, nyaris menjadi korban begal, saat melintas di wilayah Kecamatan Medan Belawan, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 05.10 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Jalan KL Yos Sudarso KM 21, tepatnya di kawasan Makden Lama, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan. Akibat kejadian itu, Ustaz Lukmanulhakim batal memberikan tausiyah Subuh di salah satu musala di kawasan Lorong Stasiun Belawan.

Menurut keterangan Lukmanulhakim, ia saat itu sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk mengisi ceramah Subuh. Namun di tengah perjalanan, ia merasa curiga karena ada sepeda motor yang terus membunyikan klakson panjang dari arah belakang.

Baca Juga:

"Saya hendak mengisi tausiyah Subuh di musholla daerah Lorong Stasiun Belawan. Saat tiba di sekitar Makden Lama, ada sepeda motor di belakang saya yang membunyikan klakson panjang. Karena curiga, saya langsung mengurangi kecepatan," ujarnya saat dihubungi wartawan.

Tidak lama kemudian, tiba-tiba muncul tiga orang yang diduga pelaku begal sambil membawa senjata dan mencoba menghadangnya. Beruntung, Lukmanulhakim masih sempat memutar arah sepeda motornya untuk menghindari serangan para pelaku.

Baca Juga:

"Tiba-tiba muncul tiga orang membawa senjata hendak menghadang. Untungnya saya masih bisa memutar arah. Alhamdulillah saya selamat, meskipun sempat dilempari oleh mereka," ungkapnya.

Peristiwa ini kembali menambah kekhawatiran masyarakat terkait maraknya aksi begal di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, khususnya di sejumlah titik rawan di kawasan Belawan.

Sebelumnya, masyarakat Medan Utara juga sempat menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menuntut peningkatan keamanan. Warga meminta agar didirikan pos-pos polisi di sejumlah titik rawan begal seperti Makden Lama, Hotel Budi Baru, Taman PKK, hingga kawasan Titi Kembar.

Namun hingga kini, menurut warga, tuntutan tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Bahkan, aksi kejahatan jalanan di kawasan tersebut disebut-sebut masih kerap terjadi.

"Kami para ustaz berharap polisi dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Sekarang ini kami hendak memberikan tausiah saja jadi takut melintas di kawasan Belawan," harap Lukmanulhakim.(InvestigasiNews)

Tags
beritaTerkait
Teguhkan Niat Benahi Belawan, Wali Kota Rico Waas: Infrastruktur Diperbaiki Pendidikan Diperhatikan dan Narkoba Diberantas
5 Aktivitas Produktif Setelah Sahur agar Pagi Lebih Berkualitas
Remaja 17 Tahun Tewas Diduga Jadi Korban Tawuran
Safari Ramadhan Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan di Masjid Al-Muttaqin
Sinergitas Polres Pelabuhan Belawan & Pemkab Deli Serdang Dukung Ketahanan Pangan
Patroli Skala Besar Digelar Malam Hari, Brimob Sumut Dukung Pengamanan Belawan
komentar
beritaTerbaru