Minggu, 03 Mei 2026

Harunya Naura Gantikan Ayah ke Tanah Suci

Adam Wizard - Minggu, 03 Mei 2026 16:33 WIB
Harunya Naura Gantikan Ayah ke Tanah Suci
Foto: Dokumentasi Keluarga
Naura Sakinah binti Mustafa Edy bersama ibunda di Asrama Haji Medan

POSMETRO MEDAN

Suasana haru menyelimuti keberangkatan calon jemaah haji di Embarkasi Medan, Minggu (3/5/2026). Di antara para tamu Allah yang bersiap menuju Tanah Suci, tampak seorang remaja perempuan bernama Naura Sakinah binti Mustafa Edy yang tak kuasa menahan rasa haru karena untuk pertama kalinya menunaikan ibadah haji sekaligus menggantikan almarhum ayahandanya.

Baca Juga:

Naura Sakinah, kelahiran Tanjung Balai, 14 Februari 2011 itu mengaku keberangkatannya ke Makkah menjadi momen yang sangat emosional bagi dirinya dan keluarga. Apalagi, perjalanan suci tersebut dilakukan bersama sang ibunda tercinta, Nazni Rois binti Ismail, yang sejak awal menginginkan putrinya menggantikan posisi sang ayah yang telah berpulang.

"Ini pertama kali saya pergi haji. Saya sangat terharu karena berangkat menggantikan ayah atas permintaan mama," ujar Naura dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga:

Ayahanda Naura, Mustafa Edy, diketahui meninggal dunia pada 27 Januari 2022. Kepergian sang ayah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Namun, niat untuk menunaikan ibadah haji yang pernah direncanakan akhirnya tetap terlaksana melalui keberangkatan Naura bersama ibundanya.

Meski usianya masih sangat muda dan baru menamatkan pendidikan di SMP Darul Fikri Tanjung Balai, Naura menunjukkan keteguhan hati. Ia bahkan telah bersiap melanjutkan pendidikan ke SMA Al-Azhar Medan sepulang dari ibadah haji.

Dalam menjalani persiapan menuju Tanah Suci, Naura dan ibundanya mengikuti bimbingan manasik di KBIH Al-Mukarromah Medan. Keduanya tergabung dalam Kloter 11 Embarkasi Medan dan mulai masuk Asrama Haji pada 3 Mei 2026 sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada 4 Mei 2026.

Sang ibunda, Nazni Rois, tampak beberapa kali menggenggam erat tangan putrinya saat proses keberangkatan di Asrama Haji Medan. Air mata haru tak terbendung ketika keduanya saling menguatkan sebelum memasuki ruang pemberangkatan. Bagi Nazni, keberangkatan Naura menjadi penghibur duka keluarga sekaligus amanah besar untuk meneruskan niat suaminya yang semasa hidup sangat ingin menunaikan ibadah haji bersama keluarga.

Di tengah keramaian asrama haji, kisah Naura menjadi perhatian banyak orang. Tidak sedikit calon jemaah maupun keluarga pengantar yang ikut terenyuh mendengar cerita remaja tersebut yang harus menggantikan sosok ayah dalam perjalanan ibadah paling sakral bagi umat Islam.

Bagi Naura, keberangkatan itu bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga bentuk cinta dan bakti kepada ayahanda yang telah tiada. Di usia yang masih belia, ia harus memikul perjalanan spiritual penuh makna yang mungkin tak pernah dibayangkannya sebelumnya. Namun di balik kesedihan kehilangan sang ayah, tersimpan keyakinan bahwa doa-doa yang dipanjatkan di Tanah Suci kelak akan menjadi hadiah terindah untuk almarhum Mustafa Edy.

Dengan langkah kecil namun penuh keteguhan, Naura membawa doa dan harapan keluarga menuju Baitullah, seakan melanjutkan mimpi sang ayah yang belum sempat terwujud.

Editor
: Toga Nainggolan
Tags
beritaTerkait
Lambaian Haru dari Adjam yang Senja dan Najwa yang Muda
6 Jamaah Calon Haji Asahan Dipisah Dari Kloter 7
Haru dan Doa Melepas Tamu Allah, Tradisi Tepung Tawar 148 Calon Jamaah Haji Labusel
Jemaah Haji Asal Tegal Wafat Sesak Napas saat Turun dari Pesawat
Lepas Calon jamaah, Sulaiman Harahap: Tetap Santun dan Jaga Kebersamaan
UINSU Medan Gelar Halalbihalal Sekaligus Tepung Tawar 14 Calon Jemaah Haji
komentar
beritaTerbaru