Senin, 04 Mei 2026

Siasat Licik Menantu di Pekanbaru, Otak Perampokan Mertua hingga Pesta Narkoba di Medan

Administrator - Senin, 04 Mei 2026 13:18 WIB
Siasat Licik Menantu di Pekanbaru, Otak Perampokan Mertua hingga Pesta Narkoba di Medan
Istimewa
Empat pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap korban seorang lansia di Rumbai, Pekanbaru.

POSMETRO MEDAN,Pekanbaru -- Tabir gelap kematian seorang lansia berinisial Dumaris Deniwati boru Sirio (60) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, akhirnya terungkap sepenuhnya.

Di balik peristiwa yang terjadi pada Rabu (29/4/2026) tersebut, tersimpan siasat licin yang dirancang oleh orang dekat korban sendiri. Pihak kepolisian menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni AFT (21), SL (34), EW (39), dan L (22).

Fakta yang memprihatinkan, otak di balik seluruh skenario perampokan ini adalah AFT, tak lain merupakan mantan menantu perempuan korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, para pelaku memang sudah mengincar harta benda milik korban sejak awal. Perubahan rencana dari sekadar mencuri menjadi tindakan yang menghilangkan nyawa korban dilakukan demi memastikan seluruh harta benda jatuh ke tangan mereka.

"Niat mereka awalnya mencuri, tapi berubah pikiran untuk membunuh. Mereka ingin menguasai seluruh harta korban," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, dalam konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).

Siasat licin AFT dimulai dengan menjebak eks suaminya sendiri, A, yang merupakan anak kandung korban. Diketahui, A adalah penyandang kebutuhan khusus. Sebelum beraksi, para pelaku mengajak A bertemu di sebuah ruko untuk memastikan kondisi di dalam rumah korban.

Begitu mengetahui korban sedang sendirian di rumah, para pelaku langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan mobil sewaan, sedangkan A ditinggalkan begitu saja.

Usai melancarkan aksinya, para pelaku menjalankan skenario untuk menjauhkan A dari rumah orang tuanya agar peristiwa tersebut tidak segera diketahui. A dibawa oleh salah satu pelaku berinisial L ke arah Minas, Kabupaten Siak, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi kejadian.

"Tujuan membawa Arnold ke Minas, agar tidak mengetahui kejadian di rumah orangtuanya. Mereka ini juga mau merampas sepeda motor Arnold. Bejat mereka ini," tutur Hasyim.

Setelah berhasil menggasak barang berharga berupa perhiasan emas, uang tunai, hingga dokumen penting, para pelaku melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara. Di sana, mereka menggunakan uang hasil kejahatan untuk bersenang-senang di tempat hiburan malam.

Fakta ini diperkuat dengan hasil tes urine yang menunjukkan keempatnya positif mengonsumsi narkoba jenis ekstasi. "Mereka belum sempat membagi hasil merampok. Malam Jumat itu sampai di Medan, mereka cari kelab malam. Di situ mereka pesta narkoba menggunakan pil ekstasi. Mereka happy-happy," jelas Hasyim.

Pelarian para pelaku berakhir setelah tim kepolisian melakukan pengejaran hingga ke beberapa wilayah. AFT dan SL sempat bersembunyi di sebuah kos di Aceh Tengah sebelum akhirnya berhasil diringkus.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk keperluan proses hukum lebih lanjut. "Jadi semua barang bukti hasil merampok dipegang oleh AFT. Dalam tas itu ada perhiasan emas, uang, laptop, hingga jam tangan," tutup Hasyim.

(wan/kompas)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru