Jumat, 16 Oktober 2026

Listrik PLN Padam Berjam-jam, Begini Hasil Penyelidikan Bareskrim Polri

P. Silalahi - Senin, 25 Mei 2026 17:02 WIB
Listrik PLN Padam Berjam-jam, Begini Hasil Penyelidikan Bareskrim Polri
humas.polri.go.id
Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin menjelaskan hasil penyelidikan terhadap pemicu listrik PLN padam berjam-jam di wilayah Sumatera.

Dia menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan pola kerusakan kabel berbentuk serabut terurai dan tidak menunjukkan pola potongan rapi yang mengarah pada tindakan sabotase.

Kini bagian kabel yang putus sudah diamankan dan sedang diperiksa di laboratorium forensik oleh Puslabfor Polri untuk mengetahui penyebab pastinya, termasuk kerusakan secara ilmiah.

Baca Juga:

Sementara Edwin Nugraha Putra, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) menjelaskan sistem kelistrikan Sumatera memiliki 2 jalur utama transmisi yang menyalurkan daya dari wilayah selatan menuju utara, yakni koridor timur 500 kV dan koridor barat 275 kV.

Saat terjadi gangguan, kata dia, jalur transmisi mengalami trip akibat cuaca buruk berupa hujan lebat dan angin kencang.

Baca Juga:

Kondisi ini, jelasnya pula, menyebabkan aliran daya berbalik dan memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan dan frekuensi yang sangat tinggi.

Terjadi Kelebihan Daya

Akibat gangguan itu, menurut Edwin Nugraha Putra, sistem kelistrikan Sumatera terpisah menjadi dua bagian, yakni wilayah selatan yang mengalami kelebihan daya pembangkit dan wilayah utara yang kekurangan daya pembangkit.

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Joint Operation Bareskrim Polri dan Polrestabes Medan Ungkap Peredaran Vape Narkoba di THM
Joint Operation Bareskrim Polri dan Polrestabes Medan Ungkap Peredaran Vape Narkoba di THM
Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur
PERMADA Kepung PLN ULP Tanjung Pura, Soroti Pemadaman Berulang dan Desak Manager Mundur
Byar Pet Semakin Parah, Permada Ancam Gelar Aksi Demo di Kantor PLN Tanjung Pura
Bareskrim Bongkar Kasino Terselubung, 71 Orang Diamankan
komentar
beritaTerbaru