Muhammad Rahmaddian Shah, SH
Dasar Marolop Sinaga, SE
Baca Juga:
HM Yusuf, SH, M.Hum
H. Aji Karim
Baca Juga:
Thomas Dachi, SH, MH,
Kursi kosong dalam forum seperti ini bukan cuma pemandangan, tapi refleksi krisis etika parlemen. Anggaran kegiatan tetap berjalan. Fasilitas tetap disiapkan. Tapi substansi yakni kehadiran, diskusi, dan tanggung jawab justru tak terlihat.
Pertanyaan paling relevan setelah rapat ini bukan soal jumlah notulensi atau slide presentasi yang ditampilkan. Tapi program siapa yang dibahas dan siapa yang akan merasakannya.
Karena bagi rakyat Sumut, yang dibutuhkan bukan rapat dengan latar glamor, melainkan jalan yang tidak berlubang mengular, air bersih yang mengalir, dan sekolah yang tak ambruk.
Jika panggung rakyat terus diisi kursi kosong dan gestur anti-wartawan, maka demokrasi kita tak sedang bekerja ia sedang pura-pura hidup di hotel berbintang.(erni)
Tags
beritaTerkait
komentar