Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Viral Karena Mengejek Massa Pendemo
Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Jadi Sempat Viral Karena Mengejek Massa Pendemo.
Peristiwa 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, muncul fenomena mencolok yang menuai kontroversi di sejumlah daerah, pengibaran bendera bajak laut One Piece, sebuah simbol fiksi dari budaya populer Jepang.
Aksi ini dinilai sejumlah pihak sebagai bentuk penghinaan terhadap kedaulatan negara dan simbol-simbol nasional.
Bendera berlambang tengkorak berikat kepala jerami itu, yang identik dengan kelompok bajak laut dalam serial anime One Piece, terlihat dikibarkan di beberapa titik, bahkan berdampingan dengan Sang Saka Merah Putih. Aksi ini sontak memicu kecaman dari tokoh-tokoh nasionalis dan pengamat budaya.
Baca Juga:
"Ini bukan sekadar budaya populer. Ketika bendera bajak laut asing dikibarkan di momen sakral kemerdekaan, itu sudah melampaui batas. Ini adalah bentuk provokasi dan berpotensi memecah belah nasionalisme generasi muda," ujar pemerhati ideologi kebangsaan, Ir. Pratama Sudirman.
Lebih lanjut, ia menilai fenomena ini sebagai gejala lunturnya semangat kebangsaan akibat serbuan budaya asing yang tidak disaring secara bijak.
Baca Juga:
"Kalau dibiarkan, bisa-bisa anak muda lebih bangga jadi bajak laut fiksi daripada pewaris semangat juang para pahlawan kemerdekaan," tambahnya tegas.
Aparat keamanan dan pemerintah daerah pun didesak untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pengibaran simbol non-nasional di momentum kenegaraan.
Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, pengibaran selain bendera negara dalam konteks seremonial kenegaraan dapat dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap nilai kebangsaan.
Sementara itu, di media sosial, perdebatan sengit antara pendukung aksi tersebut dan masyarakat yang mengecam terus berlangsung. Sebagian menyebut aksi itu sekadar ekspresi hiburan atau kreatifitas anak muda, namun tak sedikit yang melihatnya sebagai bentuk kemunduran nasionalisme.
Perlu ditegaskan kembali, Hari Kemerdekaan bukan sekadar panggung ekspresi budaya pop, tetapi momentum sakral untuk mengenang perjuangan dan meneguhkan identitas bangsa.
Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Jadi Sempat Viral Karena Mengejek Massa Pendemo.
Peristiwa 18 menit lalu
Sembunyikan Sabu di Bawah Bunga, Lansia di Pegajahan Diringkus Polres Sergai
Sumut 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Kain tenun Deli Serdang tampil dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota pada Kriyanus
Inter-Nasional 12 jam lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi menuntut terdakwa dugaan suap proyek jaringan internet Dinas K
Sumut 12 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi menin
Medan 13 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)
Medan 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemkab Deli Serdang berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri terk
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang meluncurkan tiga aplikasi layanan publik, yaitu Siap Ruang, Si Petar
Sumut 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN Massa dari Persaudaraan Pemulung dan Pengolahan Barang Bekas menggelar aksi menolak pelaksanaan eksekusi pengosongan sepihak
Medan 16 jam lalu
Wali Kota Wesly Diwakili Staf Ahli Happy Daely Buka Peringatan Haornas, Pematangsiantar Tuan Rumah 3 Cabor Porprovsu
Sumut 16 jam lalu