Sabtu, 28 Maret 2026

Kursi PDIP di DPRD Sumut Masih Kosong, Mangapul Angkat Tangan: Saya Bukan Pengurus Lagi

Evi Tanjung - Minggu, 23 November 2025 18:01 WIB
Kursi PDIP di DPRD Sumut Masih Kosong, Mangapul Angkat Tangan: Saya Bukan Pengurus Lagi
Ist
Ketua Bappilu PDIP Sumut Mangapul Purba

POSMETRO MEDAN, Medan -

Drama pengisian kursi kosong DPRD Sumatera Utara dari PDIP kian menyerupai teka-teki politik yang tak kunjung terbuka. Di tengah sorotan publik dan desakan media, mantan Wakil Ketua Bappilu PDIP Sumut Mangapul Purba justru memilih langkah yang tak biasa. Diam.

Ketika Posmetro Medan mencoba meminta klarifikasi terkait lambannya proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk kursi PDIP yang lowong setelah mantan anggota DPRD Faizal terjerat kasus hukum, Mangapul memberikan jawaban pendek namun sarat isyarat.

Baca Juga:

Upaya konfirmasi dimulai dengan pertanyaan standar: mengapa kursi itu belum di-PAW, apakah sudah ada usulan nama ke DPP, apakah ada perbedaan pandangan antara DPD dan DPP, serta bagaimana pertimbangan etika dalam menentukan calon pengganti pertanyaan yang kini menjadi bisik-bisik di kalangan internal banteng.

Namun respon Mangapul justru memunculkan lapisan cerita baru

Baca Juga:

"No comment, saya juga bukan pengurus lagi, Bu."

Mangapul Purba, kepada Posmetro Medan, Minggu (23/11/2025) sore .99

Jawaban singkat itu jatuh seperti palu sidang tegas, namun menyimpan gemuruh. Mantan Wakil Ketua Bappilu yang selama ini dikenal vokal itu memilih menutup pintu rapat-rapat soal dinamika internal PDIP.

Saat kembali ditanya mengenai posisinya saat ini, Mangapul hanya menambahkan, saat ini saya "Anggota biasa,:jelasnya melalui pesan whatsapp-nya.

Padahal, beberapa waktu lalu, publik mengetahui bahwa ia adalah salah satu figur kunci PDIP Sumut. Kini, dengan perubahan susunan pengurus baru yang dilantik DPP, posisinya bergeser drastis sebuah perubahan yang banyak ditafsirkan sebagai sinyal keras dinamika internal banteng.

Bagi Posmetro Medan, jawaban Mangapul justru membuka pintu pertanyaan yang lebih besar.

Mengapa seorang figur sentral PDIP memilih diam di saat partainya tengah disorot publik?

Mengapa kursi PAW itu tak kunjung terisi?

Adakah tarik-menarik kekuatan antara DPD dan DPP?

Fakta bahwa DPP PDIP sendiri sebelumnya memberikan penjelasan normatif terkait "perbedaan konteks" kasus DPRD Sumut, menambah bumbu investigasi dalam isu ini.

Publik menanti jawaban

Apakah keheningan Mangapul adalah bentuk loyalitas pada partai, atau sinyal bahwa ada dinamika besar yang sedang bergerak di ruang gelap politik internal PDIP?

Yang jelas, hingga hari ini, kursi DPRD Sumut dari PDIP itu masih kosong dan jawabannya belum muncul dari dapur partai banteng.

Sementara Mangapul menutup komentar, pertanyaannya tetap menggantung.(erni)

Tags
Paw
beritaTerkait
Pawai Mobil Hias Disambut Antusias, Rico Waas Ajak Warga Sambut Hari Kemenangan
Warga Medan Utara Antusias Saksikan Pawai Takbiran Malam Idulfitri
Takbir Menggema, Pawai Mobil Hias Disambut Antusias, Rico Waas: Sambut Hari Kemenangan Dengan Hati Yang Bersih
Pawai Obor dan Mobil Hias Sambut Idul Fitri 1447 H di Sergai
Zakiyuddin Harahap Menilai Kegiatan Positif Dorong Semangat Kebersamaan Anak Muda
Pawai Ta’aruf Kecamatan Medan Helvetia Berlangsung Sukses, Camat Apresiasi Seluruh Elemen Masyarakat
komentar
beritaTerbaru