Selasa, 31 Maret 2026

Sengkarut Kursi Kosong PDIP DPRD Sumut, Mantan Ketua Fraksi Mangapul Purba Tak Masuk Pengurus Baru Ada Apa?

Evi Tanjung - Minggu, 23 November 2025 19:26 WIB
Sengkarut Kursi Kosong PDIP DPRD Sumut, Mantan Ketua Fraksi Mangapul Purba Tak Masuk Pengurus Baru Ada Apa?
Ist
Struktur kepengurusan sudah dilantik tak mendapati nama Mangapul Purba

POSMETRO MEDAN, Medan -

Susunan pengurus baru DPD PDI Perjuangan Sumut periode 2025-2030 resmi dilantik. Namun di balik foto formal dan sorak-sorai kader, ada satu nama yang mencuri perhatian publik, Mangapul Purba, mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumatera Utara sekaligus eks Wakil Ketua Bappilu PDIP Sumut, menghilang dari daftar pengurus baru.

Konferensi daerah (Konferda) VI PDIP Sumut memutuskan Rapidin Simbolon kembali menjadi Ketua DPD periode 2025-2030. Sementara, posisi Sekretaris PDIP Sumut masih tetap dijabat oleh Dr Sutarto dan Bendahara PDIP Sumut tetap diisi Meriahta Sitepu

Dari daftar yang dirilis, Mangapul tidak tercantum kembali sebagai pengurus inti. Padahal sebelumnya ia memegang peran strategis dalam struktur partai di wilayah Sumatera Utara.

Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon mengatakan, bahwa masih ada jabatan yang kosong dan belum dilantik. Alasan resmi yang ia sampaikan adalah "pendalaman potensi dan kinerja" bagi pengurus yang akan diangkat namun tanpa merinci lebih lanjut nama-nama yang tak masuk maupun mekanisme seleksinya.

Pengurus lama yang tidak masuk kembali selain Mangapul juga mencakup wakil-ketua bidang lain seperti Aswan Jaya dan Syahrul Efendi Siregar.

Struktur baru pengurus antara lain, Ketua, Rapidin Simbolon, Sekretaris, Sutarto, Bendahara, Meriahta Sitepu, beberapa waktu lalu.

Pengecualian nama-nama lama seperti Mangapul dari struktur baru menimbulkan sejumlah pertanyaan serius

Apakah ini semata proses "rotasi" biasa atau justru menunjukkan konflik internal yang lebih dalam?

Akankah kondisi ini berdampak pada kredibilitas PDIP di Sumut, khususnya dalam mm0 agenda legislatif dan pemilihan yang akan datang?

Dalam pesan WhatsApp yang berhasil dikutip, Mangapul memilih menjawab secara minimal "No comment, saya juga bukan pengurus lagi, Bu." Pernyataan ini tampak sederhana, namun secara politik sangat menandai sebuah jarak antara figur lama dan kepengurusan baru.1

Kaitan dengan Kursi Kosong DPRD Sumut

Sebelumnya, isu lain mencuat, kursi DPRD Sumut dari PDIP yang kosong pasca hukum terhadap anggota DPRD sebelumnya. Dalam kasus tersebut, DPP PDIP menjelaskan bahwa belum ada keputusan final mengenai pengganti, dan hal ini menimbulkan kekosongan wakil rakyat dari PDIP.

Kini, dengan Mangapul yang tidak lagi masuk ke struktur baru, dan kursi DPRD yang belum diisi maka dua isu ini saling bersinggungan, restrukturisasi partai dan pengisian kursi legislatif. Keduanya menimbulkan potensi kerawanan politik bagi PDIP di Sumut.(erni)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru