Gara-gara Diremehkan dan Dicaci, Staf Bawaslu Tewas Digorok Kekasih
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di kediaman korban di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.
Kriminal 26 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - HM Nezar Djoeli, S.T., Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara (PSI Sumut) mendukung gerak cepat Dian Sandi Utama (DSU), Ketua PSI NTB periode 2019-2024, yang sudah berani terbuka menyampaikan kepada rakyat Indonesia bahwa ijazah Presiden Indonesia Ke-7 Joko Widodo (Jokowi) asli dan sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku.
"Kita di Sumatera Utara, mendukung Bro Dian Sandi Utama dari NTB yang menjadi pembuka tabir kebenaran soal ijazah Pak Jokowi yang sah. Bahkan, dari Sumatera Utara, kami menyampaikan ajakan kepada rakyat Indonesia untuk jangan terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang yang bisa memecah belah keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesungguhnya sudah kita miliki sejak NKRI berdiri," ujar HM Nezar Djoeli kepada wartawan di Medan, Jumat (30/5/2025).
Menurut HM Nezar Djoeli, S.T., sosok Pak Jokowi adalah Bapak Bangsa yang sudah memimpin negara ini dua periode, tidak bisa dibantah lagi, begitu besar pengorbanan dan pengabdian yang sudah diberikan untuk Bangsa.
Baca Juga:
"Soal ijazah, satu hal yang tak mungkin bisa dipalsukan hanya untuk kepentingan pribadi. Jika dibandingkan dengan pengorbanan dan pengabdian yang diberikan pak Jokowi, sungguh isu dan propaganda ijasah itu sangat menyedihkan," ujar HM Nezar Djoeli.
Menurut HM Nezar Djoeli, S.T., Dian Sandi Utama mengungkapkan kekhawatirannya usai dipanggil Pak Jokowi beberapa hari yang lalu.
Baca Juga:
"Kami sebagai kader PSI di Sumatera Utara bangga memiliki kader seperti Dian Sandi Utama ini dalam membuka mata rakyat Indonesia. Bro Dian mengatakan kepada kami, mengungkapkan, kekhawatiran akan adanya grand design besar yang akan memecah belah bangsa ini terhadap serangan-serangan sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab, dengan menuduh Pak Jokowi seperti ini," sambung Nezar.
Karena patut diduga ketika pihak kepolisian sudah menyatakan ijazah Pak Jokowi asli dan sebuah hasil survei menyatakan hampir 70 persen masyarakat juga menyatakan ini asli, juga nanti pengadilan menyatakan ijazah itu asli, maka bisa saja kelompok-kelompok ini merasa tidak puas menyerang bangsa ini.
Ini yang harus dikhawatirkan, ini tidak hanya menyerang Pak Jokowi tetapi akhirnya juga menyerang Pak Prabowo. Padahal Pak Prabowo tengah berjuang meningkatkan taraf ekonomi dan memajukan bangsa ini.
"Jadi kekhawatiran kita terhadap kelompok-kelompok ini, bisa membuat Indonesia menjadi terpecah. Dan bisa kita liat orang-orangnya masih itu-itu juga dan masih sekelompok kecil di bangsa ini tanpa harus disebutkan nama-namanya, tujuan mereka ingin menggerus kepercayaan rakyat atas kepemimpinan nasional yang sudah dihasilkan dari proses demokrasi yang baik dan benar," kata Nezar Djoeli.
Kegiatan memecah belah ini, bisa menghambat cita-cita bangsa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas tahun 2045. Sebagai anak bangsa, kita tidak boleh membiarkan hal ini terus berlanjut.
"Saya yakin Pak Presiden Prabowo akan merangkul seluruh elemen-elemen masyarakat yang memiliki kapabilitas serta memiliki komitmen yang baik," katanya.
Sebagaimana yang disampaikan Dian Sandi Utama itu merupakan gerak cepat yang responsif, sehingga kami di Sumatera Utara mengapresiasi apa yang disampaikan oleh sahabat kami di NTB. "Kami merasa berkewajiban, untuk meyakinkan masyarakat Indonesia seperti yang disampaikan oleh Dian Sandi Utama," pungkas Nezar Djoeli. (wan)
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi di kediaman korban di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.
Kriminal 26 menit lalu
Soal Aksi Pengeroyokan di Pasar Sukaramai, Kapolsek Medan Area Janji Segera Ringkus Para Pelaku
Peristiwa 47 menit lalu
Ditanya Perkembangan Kasus Pembangunan Gedung Balai Merah Putih, Kajari Siantar dan Kasi Pidsus Bungkam
Sumut 56 menit lalu
Tabrak Mobil Ertiga, Pengendara NMax di Asahan Tewas
Peristiwa 2 jam lalu
Wanita Diduga Alami Gangguan Kejiwaan Viral Tampil Tanpa Busana di Acara Dangdutan Batang
Viral 2 jam lalu
DPRD Sumut Resmi Bentuk Tiga Pansus Strategis, Perkuat Pengawasan LKPJ, PAD, dan Aset.
Medan 2 jam lalu
Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait dugaan korupsi berupa markup anggaran proyek video profil desa di Karo.
Sumut 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Camat Medan Selayang, Muhammad Husnul Hafiz Rambe, S.STP., M.AP, menghadiri kegiatan diskusi kelompok tematik pembang
Medan 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan menggelar kegiatan Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan acara Halal Bi
Medan 3 jam lalu
Lapas Muara Bungo dan Imigrasi Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi 39 Masyarakat di Kelurahan Pasir Putih.
Inter-Nasional 11 jam lalu