Sabtu, 31 Oktober 2026
Wajah Moderasi Beragama

Ketika Guru Kristen Terdampar di MIN Tobasa

Evi Tanjung - Rabu, 03 Juni 2026 18:44 WIB
Ketika Guru Kristen Terdampar di MIN Tobasa
ist
Lisna saat berinteraksi dengan anak didiknya siswa MIN Tobasa

Awalnya Ia merasa cemas dan khawatir tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru yang mayoritas beragama Islam. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikirannya, mulai dari penerimaan rekan kerja hingga respons peserta didik terhadap dirinya.

Baca Juga:

Kekhawatiran itu perlahan sirna ketika mulai menjalani tugas. Lisna justru menemukan lingkungan kerja yang hangat dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Rekan-rekan guru menyambutnya dengan baik dan tidak pernah mempermasalahkan keyakinan yang dianutnya.

Pihak madrasah juga memberikan ruang yang nyaman tanpa pernah memaksanya mengikuti praktik keagamaan di luar keyakinannya. Sebaliknya, Lisna memilih menghormati lingkungan tempatnya bekerja dengan beradaptasi terhadap budaya dan tata krama yang berlaku di madrasah.

Baca Juga:

Seiring berjalannya waktu, hubungan yang harmonis terjalin antara Lisna, peserta didik, dan masyarakat sekitar. Ketika ada yang bertanya mengenai agamanya, ia menjawab dengan santai dan penuh senyum bahwa dirinya adalah seorang Kristen yang mengajar mata pelajaran Penjasorkes di madrasah.

Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep atau slogan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lisna percaya bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, saling menghormati, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tags
beritaTerkait
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kakanwil Kemenagsu Dorong Generasi Muda Terus Berempati
HSN 2026 di Deli Serdang, Santri Didorong Kuasai Ilmu dan Teknologi
Kemenag Sumut Lantik Sejumlah Pejabat, Integritas dan Pelayanan Prima Jadi Fokus
Kanwil Kemenag Sumut dan MUI Teken MoU, Sinergi Penguatan Pembinaan Keagamaan
Pembalap Sepeda Hylmi Zhafir Siswa MAN Tanjungbalai Ukir Prestasi Membanggakan di Malaysia
Siswa MIN 3 Labuhanbatu Selatan Sabet 7 Medali Kejuaraan Fun Swimming Merdeka
komentar
beritaTerbaru