Dua Cewek Ngadu ke DPRD Binjai Ngaku Diusir dan Ditindas Preman Suruhan dan Sat Pol PP
Posmetro Medan , BINJAI Dua wanita Heni (38) dan adiknya Sona mengadu ke DPRD Kota Binjai setelah mengalami intimidasi dan upaya pengusir
Sumut 7 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Toba Samosir –Namanya Lisna Novelina Tambunan. Lahir 2002 dari keluarga sederhana.
Ayahnya bekerja sebagai tukang lemari, sementara ibunya ASN pemerintah daerah yang hanya berbekal pendidikan SMA, namun memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan anak-anaknya.
Baca Juga:
Baca Juga:

Sejak duduk di bangku sekolah, Lisna memiliki minat besar di bidang olahraga. Mimpi itu membawanya untuk mencoba masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, namun gagal. Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan keterbatasan ekonomi keluarga.
Ia sempat dihadapkan pada pilihan sulit ketika orangtuanya khawatir tidak mampu membiayai kuliah. Namun Lisna tidak menyerah dan kembali berjuang melalui SBMPTN dan berhasil diterima di Universitas Negeri Medan pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi tahun 2020.
Perjalanan kuliah tidak selalu berjalan mulus. Pada semester tiga, ia hampir menyerah karena beratnya tuntutan akademik dan aktivitas fisik yang harus dijalani. Di saat itulah dukungan orangtuanya menjadi kekuatan terbesar. Nasihat sederhana dari sang ibu terus terngiang dalam benaknya, bahwa setiap pilihan harus dipertanggungjawabkan hingga tuntas. Berbekal semangat tersebut, Lisna berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu pada tahun 2024 dengan IPK 3,65.
Selepas kuliah, Lisna bekerja sebagai guru pengganti sembari mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ia tidak mengikuti bimbingan belajar maupun membeli banyak buku persiapan. Penghasilannya sebagai guru honorer digunakan secara hemat untuk membeli beberapa paket try out daring, sementara materi lainnya ia pelajari secara mandiri melalui media sosial dan video pembelajaran.
Usaha dan doa itu akhirnya berbuah manis. Lisna dinyatakan lulus sebagai CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia pada formasi Guru Ahli Pertama Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes). Kebahagiaan keluarga semakin lengkap ketika ia ditempatkan di Kabupaten Toba, daerah yang selama ini selalu mereka doakan.
Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Lisna menjadi salah satu ASN termuda di satuan kerjanya. Tangis haru sang ibu pecah saat mendengar kabar tersebut. Harapan yang selama ini mereka perjuangkan akhirnya menjadi kenyataan.
Namun perjalanan Lisna tidak berhenti sampai di sana. Penempatan kerjanya justru menghadirkan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sebagai seorang yang memeluk Agama Kristen, Ia ditugaskan mengajar di sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Toba Samosir di bawah naungan Kementerian Agama.
Awalnya Ia merasa cemas dan khawatir tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru yang mayoritas beragama Islam. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikirannya, mulai dari penerimaan rekan kerja hingga respons peserta didik terhadap dirinya.
Kekhawatiran itu perlahan sirna ketika mulai menjalani tugas. Lisna justru menemukan lingkungan kerja yang hangat dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Rekan-rekan guru menyambutnya dengan baik dan tidak pernah mempermasalahkan keyakinan yang dianutnya.
Pihak madrasah juga memberikan ruang yang nyaman tanpa pernah memaksanya mengikuti praktik keagamaan di luar keyakinannya. Sebaliknya, Lisna memilih menghormati lingkungan tempatnya bekerja dengan beradaptasi terhadap budaya dan tata krama yang berlaku di madrasah.
Seiring berjalannya waktu, hubungan yang harmonis terjalin antara Lisna, peserta didik, dan masyarakat sekitar. Ketika ada yang bertanya mengenai agamanya, ia menjawab dengan santai dan penuh senyum bahwa dirinya adalah seorang Kristen yang mengajar mata pelajaran Penjasorkes di madrasah.
Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep atau slogan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lisna percaya bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, saling menghormati, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui kisahnya, ia menunjukkan bahwa moderasi beragama tumbuh bukan dari teori semata, melainkan dari sikap saling menerima dan menghargai satu sama lain.
Perjalanan Lisna Novelina Tambunan menjadi pengingat bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang mau berjuang, bahwa doa orangtua memiliki kekuatan yang luar biasa, dan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika diikat oleh rasa hormat dan kasih sayang. Dari sebuah madrasah di Toba, Lisna menghadirkan wajah nyata moderasi beragama yang hidup, tumbuh, dan menginspirasi. (Rel)
Posmetro Medan , BINJAI Dua wanita Heni (38) dan adiknya Sona mengadu ke DPRD Kota Binjai setelah mengalami intimidasi dan upaya pengusir
Sumut 7 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Komitmen memberantas narkoba di Kota Medan kembali ditegaskan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas . Bersama Kap
Medan 37 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Karang taruna kecamatan seKota Medan mengapresiasi hal positif, terhadap Rapim yg berjalan dengan baik dan sukses ya
Medan satu jam lalu
Polrestabes Medan membongkar jaringan peredaran narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM) Phantom KTV yang berada di Jalan H. Adam Malik.
Medan satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap membuka kegiatan Asis
Berita satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Toba Samosir Namanya Lisna Novelina Tambunan. Lahir 2002 dari keluarga sederhana.Ayahnya bekerja sebagai tukang lemari, s
Profil 2 jam lalu
POSMETRO MEDANPolrestabes Medan menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus peredaran narkoba berkedok tempat hiburan malam (THM) di
Medan 2 jam lalu
Isu yang menyebut Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Humbang Hasundutan dijadikan markas penipuan daring dipastikan tidak benar.
Sumut 2 jam lalu
Timnas U19 Indonesia akan menjamu Timor Leste di matchday 2 Piala AFF U19 2026. Laga yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara.
Sport 2 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Kepolisian Resor (Polres) Binjai menggulung puluhan pelaku jaringan narkoba selama 20 hari pelaksanaan Operasi Anti
Peristiwa 3 jam lalu