Personil Koramil Dolok Silau Hadiri Hadiri Agenda Kerja Bupati Simalungun
Sinergi TNI dan Pemkab Simalungun Makin Solid, Personil Koramil Dolok Silau Hadiri Hadiri Agenda Kerja Bupati Simalungun.
Sumut 4 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Toba Samosir –Namanya Lisna Novelina Tambunan. Lahir 2002 dari keluarga sederhana.
Ayahnya bekerja sebagai tukang lemari, sementara ibunya ASN pemerintah daerah yang hanya berbekal pendidikan SMA, namun memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan dapat mengubah masa depan anak-anaknya.
Baca Juga:
Baca Juga:

Sejak duduk di bangku sekolah, Lisna memiliki minat besar di bidang olahraga. Mimpi itu membawanya untuk mencoba masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, namun gagal. Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan keterbatasan ekonomi keluarga.
Ia sempat dihadapkan pada pilihan sulit ketika orangtuanya khawatir tidak mampu membiayai kuliah. Namun Lisna tidak menyerah dan kembali berjuang melalui SBMPTN dan berhasil diterima di Universitas Negeri Medan pada Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi tahun 2020.
Perjalanan kuliah tidak selalu berjalan mulus. Pada semester tiga, ia hampir menyerah karena beratnya tuntutan akademik dan aktivitas fisik yang harus dijalani. Di saat itulah dukungan orangtuanya menjadi kekuatan terbesar. Nasihat sederhana dari sang ibu terus terngiang dalam benaknya, bahwa setiap pilihan harus dipertanggungjawabkan hingga tuntas. Berbekal semangat tersebut, Lisna berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu pada tahun 2024 dengan IPK 3,65.
Selepas kuliah, Lisna bekerja sebagai guru pengganti sembari mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ia tidak mengikuti bimbingan belajar maupun membeli banyak buku persiapan. Penghasilannya sebagai guru honorer digunakan secara hemat untuk membeli beberapa paket try out daring, sementara materi lainnya ia pelajari secara mandiri melalui media sosial dan video pembelajaran.
Usaha dan doa itu akhirnya berbuah manis. Lisna dinyatakan lulus sebagai CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia pada formasi Guru Ahli Pertama Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes). Kebahagiaan keluarga semakin lengkap ketika ia ditempatkan di Kabupaten Toba, daerah yang selama ini selalu mereka doakan.
Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Lisna menjadi salah satu ASN termuda di satuan kerjanya. Tangis haru sang ibu pecah saat mendengar kabar tersebut. Harapan yang selama ini mereka perjuangkan akhirnya menjadi kenyataan.
Namun perjalanan Lisna tidak berhenti sampai di sana. Penempatan kerjanya justru menghadirkan pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sebagai seorang yang memeluk Agama Kristen, Ia ditugaskan mengajar di sebuah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Toba Samosir di bawah naungan Kementerian Agama.
Awalnya Ia merasa cemas dan khawatir tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru yang mayoritas beragama Islam. Berbagai pertanyaan muncul dalam pikirannya, mulai dari penerimaan rekan kerja hingga respons peserta didik terhadap dirinya.
Kekhawatiran itu perlahan sirna ketika mulai menjalani tugas. Lisna justru menemukan lingkungan kerja yang hangat dan penuh penghargaan terhadap perbedaan. Rekan-rekan guru menyambutnya dengan baik dan tidak pernah mempermasalahkan keyakinan yang dianutnya.
Pihak madrasah juga memberikan ruang yang nyaman tanpa pernah memaksanya mengikuti praktik keagamaan di luar keyakinannya. Sebaliknya, Lisna memilih menghormati lingkungan tempatnya bekerja dengan beradaptasi terhadap budaya dan tata krama yang berlaku di madrasah.
Seiring berjalannya waktu, hubungan yang harmonis terjalin antara Lisna, peserta didik, dan masyarakat sekitar. Ketika ada yang bertanya mengenai agamanya, ia menjawab dengan santai dan penuh senyum bahwa dirinya adalah seorang Kristen yang mengajar mata pelajaran Penjasorkes di madrasah.
Baginya, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep atau slogan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lisna percaya bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat bersama. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama, saling menghormati, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui kisahnya, ia menunjukkan bahwa moderasi beragama tumbuh bukan dari teori semata, melainkan dari sikap saling menerima dan menghargai satu sama lain.
Perjalanan Lisna Novelina Tambunan menjadi pengingat bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang mau berjuang, bahwa doa orangtua memiliki kekuatan yang luar biasa, dan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika diikat oleh rasa hormat dan kasih sayang. Dari sebuah madrasah di Toba, Lisna menghadirkan wajah nyata moderasi beragama yang hidup, tumbuh, dan menginspirasi. (Rel)
Sinergi TNI dan Pemkab Simalungun Makin Solid, Personil Koramil Dolok Silau Hadiri Hadiri Agenda Kerja Bupati Simalungun.
Sumut 4 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam kondisi aman usai melakukan moni
Sumut 17 menit lalu
Tim Sergap dan Patroli Khusus Polres Asahan mengamankan 3 remaja diduga anggota geng motor bersenjata tajam.
Peristiwa 29 menit lalu
Perburuan Terduga Bandar Sabu Marga Simangunsong Jalan di Tempat Kapolsek &039Lempar Bola&039 ke Polres Labusel
Sumut 30 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Penasehat Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP PAUD) Kabupaten Deli Serdang, Jelita Asri
Sumut 32 menit lalu
Mendorong pemerataan kualitas pendidikan, Pemkab Taput Asesmen Maretong serentak SD&ndashSMP.
Berita 39 menit lalu
Menenun Harapan Bersama Babinsa, Perajin Ulos Rasakan Kehadiran TNI di Tengah Masyarakat.
Bisnis 44 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang, Dedi Maswardy, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) m
Sumut 45 menit lalu
Kinerja Kadis Kesehatan Karo disorot, anggaran pembangunan RSU Rp8 miliar belum juga dilelang.
Sumut 47 menit lalu
Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan berhasil menggagalkan peredaran narkotika, 2 orang diamankan.
Peristiwa 59 menit lalu