Selebrasi Diduga Tak Senonoh Warnai Final Lomba Dayung Sampan di Pematang Cengal Langkat
Selebrasi Diduga Tak Senonoh Warnai Final Lomba Dayung Sampan di Pematang Cengal Langkat.
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN- Pria dengan nama lengkap Abidin Fan Hasibuan itu lahir pada 30 Oktober 1962 di Moro. Sejak kecil, dia bermimpi menjadi orang kaya dan punya pabrik empat lantai.
Oh ya, Moro, adalah sebuah kecamatan dan pulau di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Cita-cita itu dia upayakan agar terus tercapai.Saat usia anak-anak, setiap individu mungkin ada yang bermimpi menjadi pebisnis andal dan menjadi kaya raya. Ini juga yang diimpikan Abidin Hasibuan, orang terkaya di Batam.
Baca Juga:
Pria dengan nama lengkap Abidin Fan Hasibuan itu lahir pada 30 Oktober 1962 di Moro.
Baca Juga:
Sejak kecil, seperti dalam sebuah postingan anonim facebook @Sumut Indah yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Jumat 10 Juli 2026, dia bermimpi menjadi orang kaya dan punya pabrik empat lantai. Cita-cita itu dia upayakan agar terus tercapai.
Sekitar tahun 1980-an Abidin bersama sang istri pindah ke Batam. Di sana, dia bekerja serabutan, mulai dari berjualan telur, hingga menjadi calo paspor.
Kesulitan ekonomi menjadi langganan Abidin saat pertama kali tinggal di Batam.Sulitnya ekonomi pernah membuat Abidin dan istri tidak makan satu hari karena tidak punya uang untuk membeli makan. Mereka mengganjal rasa lapar dengan minum air putih.
Rupanya Abidin dan istri tidak mau menyerah dengan keadaan itu.
Hingga akhirnya Abidin diterima bekerja dan karirnya cukup gemilang sebagai General Manager di PT Hi Tech Agratekron Sempurna, pada tahun 1987-1989.
Tahun 1989-1990, dia kemudian pindah kerja sebagai manajer produksi di PT Singamip. Di kedua perusahaan ini, Abidin menempa dirinya dan belajar, dan membangun mimpinya menjadi kenyataan.
Hingga di 1 Juni 1990, Abidin berhasil mendirikan perusahaannya sendiri dan diberi nama PT Sat Nusapersada yang biasa disingkat Satnusa.
Abidin memulai sebuah revolusi manufaktur dengan membangun pabrik untuk melakukan perakitan papan sirkuit cetak (PCB) di kawasan Pelita, Batam.
Pada awal beroperasi, Satnusa baru memiliki 22 orang karyawan, termasuk Abidin sendiri.
Kemudian di tahun 1991, perusahaannya mengalami kesulitan keuangan, dan memaksa Abidin untuk meminjam uang kepada pengusaha lain.
Masa-masa sulit itu, dilalui Abidin dengan tekad yang sangat kuat, kegigihan, kerja keras, komitmen yang tinggi, dan menjaga kepercayaan orang lain dengan teguh.
Inilah beberapa kiat sukses Abidin. Yakni, rasa percaya diri, memiliki komitmen dan bisa dipercaya, karena kepercayaan adalah aset yang lebih berharga daripada uang, bekerja keras dan yang terakhir, dia yakin karena nasib baik dan keberuntungannya.
Perlahan, Satnusa berhasil bangkit. Perusahaan yang awalnya dikenal sebagai perusahaan pemasok Printed Circuit Board (PCB), kini merambah menjadi merakit produk setengah jadi dan produk lengkap.
Padahal, tahun 90-an, kondisi Batam masih semrawut. Pertumbuhan penduduk tinggi akibat arus urbanisasi. Angka pengangguran terus meningkat. Muaranya, tingkat kriminalitas juga tinggi. Begitu juga, infrastruktur kota minim. Mulai dari jalan berlobang, traffic light mati dan jalan-jalan gelap. Angkutan liar merajalela.
Abidin juga tidak setuju Batam dijuluki industri tukang jahit. Itu sebabnya, Satnusa Persada berupaya menguasai teknologi tinggi. Sehingga, ini akan melatih warga Indonesia mencapai hight tehcnology position.
Tahun 1995 -1996, Sat Nusa Persada memulai produksi Pick-up Optik pertama, mendirikan layanan Surface Mounting Technology (SMT) awalnya beberapa jalur SMT meningkat menjadi 31 jalur, dengan mesin canggih serta pengaturan jalur mesin sisipan otomatis (AIM) yang mampu menangani penyisipan IC mikro, jumper wire, axial, dan radial.***.
Selebrasi Diduga Tak Senonoh Warnai Final Lomba Dayung Sampan di Pematang Cengal Langkat.
Sumut 5 jam lalu
Polres Langkat Tangkap Tujuh Pelaku Pencurian Disertai Kekerasan di Empat Lokasi, Dua Senjata Tajam dan Dua Sepeda Motor Diamankan
Kriminal 5 jam lalu
Reny Puspita Pardede salah satu pendiri Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) dan ahli waris DR TD Pardede.
Medan 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pengelolaan limbah Restoran Lembur Kuring di Jalan Amir Hamzah, Kecamatan Medan Helvetia, menjadi sorotan Komisi D D
Sumut 8 jam lalu
DPP HARI Desak APH Tindak Tegas Koorporasi yang Terlibat Karhutla Buka Secara Terang Benderang, Jangan Ada yang Ditutuptutupi.
Inter-Nasional 8 jam lalu
Terekam CCTV Curi iPhone 11 Dari Warung Aceh, Pengamen Ini Gol di Polsek Medan Kota
Kriminal 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin Sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Kari
Medan 9 jam lalu
Posmetro Medan , BINJAI Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Binjai melaks
Sumut 9 jam lalu
Propam Polres Sibolga Gencar Tertibkan Pinjol dan Judol di Lingkungan Personel.
Sumut 9 jam lalu
Posmetro Medan ,BINJAI Tim Langkah Inisiatif Brantas Aksi Street Crime ( LIBAS)!Polres Binjai bergerak cepat membubarkan aksi tawuran an
Kriminal 9 jam lalu