Senin, 24 Agustus 2026
Hidup Susah, Pernah tak Makan Seharian

Melihat dari Dekat Sosok Abidin Hasibuan, Sang 'Crazy Rich' Batam

P. Silalahi - Kamis, 09 Juli 2026 15:02 WIB
Melihat dari Dekat Sosok Abidin Hasibuan, Sang 'Crazy Rich' Batam
facebook @Sumut Indah
Abidin Hasibuan.

Inilah beberapa kiat sukses Abidin. Yakni, rasa percaya diri, memiliki komitmen dan bisa dipercaya, karena kepercayaan adalah aset yang lebih berharga daripada uang, bekerja keras dan yang terakhir, dia yakin karena nasib baik dan keberuntungannya.

Baca Juga:

Perlahan, Satnusa berhasil bangkit. Perusahaan yang awalnya dikenal sebagai perusahaan pemasok Printed Circuit Board (PCB), kini merambah menjadi merakit produk setengah jadi dan produk lengkap.

Baca Juga:

Padahal, tahun 90-an, kondisi Batam masih semrawut. Pertumbuhan penduduk tinggi akibat arus urbanisasi. Angka pengangguran terus meningkat. Muaranya, tingkat kriminalitas juga tinggi. Begitu juga, infrastruktur kota minim. Mulai dari jalan berlobang, traffic light mati dan jalan-jalan gelap. Angkutan liar merajalela.

Abidin juga tidak setuju Batam dijuluki industri tukang jahit. Itu sebabnya, Satnusa Persada berupaya menguasai teknologi tinggi. Sehingga, ini akan melatih warga Indonesia mencapai hight tehcnology position.

Tahun 1995 -1996, Sat Nusa Persada memulai produksi Pick-up Optik pertama, mendirikan layanan Surface Mounting Technology (SMT) awalnya beberapa jalur SMT meningkat menjadi 31 jalur, dengan mesin canggih serta pengaturan jalur mesin sisipan otomatis (AIM) yang mampu menangani penyisipan IC mikro, jumper wire, axial, dan radial.***.

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Deli Serdang Raih Terbaik I Implementasi Program Tiga Juta Rumah
Mengenal Lebih Dekat Sosok Djasarmen Purba, S.H, Sang Mantan Sopir Taksi
Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Industri di Batam, 2 Shelter Pekerja Rusak
Ayah dan Anak Kompak Curi Sepeda Motor, 4 Pelaku Ditangkap
Korban Kapal Terbalik Ditemukan Selamat, Bertahan 3 Hari dengan Kantong Udara
Ibu Terdakwa: Ya Allah…Anakku Tidak Bersalah, Ya Allah!
komentar
beritaTerbaru