Sat Resnarkoba Polres Tapteng Bekuk Buruh Harian Diduga Pengedar Sabu di Pandan
Sat Resnarkoba Polres Tapteng Bekuk Buruh Harian Diduga Pengedar Sabu di Pandan.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN- Penunjukan Febri Diansyah sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menempatkan namanya di tengah perhatian publik.
Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai wajah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu kini berada di sisi berbeda dalam proses penegakan hukum, yakni memberikan pembelaan kepada tersangka perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Febri mulai mendampingi pemeriksaan perdana Febrie Adriansyah sebagai tersangka pada Jumat (24/7/2026).
Baca Juga:
Dia mengungkapkan telah menerima surat kuasa sehari sebelumnya setelah Hotman Paris Hutapea memutuskan mundur dari tim kuasa hukum dengan alasan kesehatan.
Menurut Febri,-- seperti dirangkum dari sebuah postingan anonim facebook @Inberita.com yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Kamis 30 Juli 2026-- dirinya bersama tim diminta memberikan pendampingan hukum secara profesional selama seluruh proses penyidikan berlangsung.
Baca Juga:
Ia juga menyampaikan kliennya berharap penanganan perkara dilakukan secara adil dengan mengedepankan fakta-fakta hukum yang objektif.
Penunjukan itu sekaligus menambah daftar perkara besar yang pernah ditangani Febri Diansyah setelah memutuskan berkarier sebagai advokat.
Sekadar diketahui, perjalanan profesinya pun menjadi perhatian karena menunjukkan perubahan dari pengawas praktik korupsi menjadi pembela dalam proses peradilan.
Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Februari 1983, Febri Diansyah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2007.
Setelah lulus, dia bergabung dengan Indonesia Corruption Watch (ICW), organisasi masyarakat sipil yang selama ini dikenal aktif mengawasi praktik korupsi di Indonesia.
Selama hampir 9 tahun di ICW, Febri banyak terlibat dalam pemantauan proses peradilan serta mengawal berbagai perkara korupsi yang menjadi perhatian publik.
Pengalaman ini kemudian membawanya bergabung dengan KPK sebagai pegawai fungsional di Direktorat Gratifikasi.
Kariernya di lembaga antirasuah berkembang pesat. Pada Desember 2016, dia dipercaya menjadi Juru Bicara KPK.
Dalam posisi tersebut, Febri menjadi salah satu pejabat yang paling sering tampil di hadapan publik untuk menyampaikan perkembangan berbagai perkara besar, termasuk kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dan proyek Hambalang.
Namun, pada September 2020, Febri memutuskan mengundurkan diri dari KPK di tengah dinamika yang muncul setelah perubahan Undang-Undang KPK. Keputusan itu menandai babak baru dalam perjalanan kariernya.
Usai meninggalkan KPK, Febri mendirikan Visi Law Office bersama mantan aktivis ICW, Donal Fariz. Sejak saat itu, ia menjalani profesi sebagai advokat dan mulai menangani sejumlah perkara yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Beberapa kasus yang pernah melibatkan dirinya antara lain menjadi bagian dari tim kuasa hukum Putri Candrawathi dalam perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Ia juga sempat mendampingi mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam perkara dugaan korupsi sebelum kemudian mengundurkan diri dari tim pembela.
Selanjutnya, Febri bergabung dalam tim hukum Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pada perkara dugaan suap dan perintangan penyidikan.
Kini, namanya kembali menjadi sorotan setelah dipercaya mendampingi Febrie Adriansyah dalam perkara dugaan korupsi dan TPPU yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.
Perjalanan karier Febri Diansyah mencerminkan perubahan peran yang lazim dalam sistem hukum.
Pengalaman sebagai aktivis antikorupsi, pejabat di KPK, hingga advokat memberinya pemahaman dari berbagai sisi proses penegakan hukum.
Di sisi lain, keterlibatannya dalam sejumlah perkara besar juga terus memunculkan perhatian publik mengenai dinamika profesi advokat, yang memiliki tugas memberikan pendampingan hukum kepada setiap klien sesuai hak yang dijamin sistem peradilan.***
Sat Resnarkoba Polres Tapteng Bekuk Buruh Harian Diduga Pengedar Sabu di Pandan.
Sumut 3 jam lalu
Kakanwil Ditjenpas Sumut Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Rutan Tanjung Pura.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Lubuk Pakam Kepala Kepolisian Resort Kota Deli Serdang (Kapolresta DS), Kombes.Pol. (Komisaris Besar Polisi) Muhammad, SH,
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pancur Batu Penanaman 10 ribu pohon di Kampus II Universitas Sumatera Utara (USU), Kwala Bekala, Pancur Batu, harus diikuti
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Peringatan Dies Natalis Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) ke 12 diramaikan penanaman 10.000 pohon.
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memutus hubungan kerja dengan seorang guru honorer di Kecamatan Namorambe
Kriminal 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH terjun langsung mendistribusikan makanan untuk korban b
Medan 9 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Dua kelurahan di Kota Binjai kembali terendam air akibat meluapnya aliran sungai Mencirim Binjai , Kamis,(30/10)20
Sumut 11 jam lalu
Posmetro Medan , BINJAI Komitmen Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba
Peristiwa 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Tak sia sia, akhirnya, kerja keras dari Tim Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Area yang dikomandoi langsung
Kriminal 13 jam lalu