Jumat, 02 Oktober 2026

Mengenal Lebih Dekat Sosok Ipda Purnomo, Rawat 7.000 ODGJ Selama 10 Tahun, Langsung Dipanggil Presiden Prabowo

POLISI INSPIRATIF
P. Silalahi - Senin, 17 Agustus 2026 16:00 WIB
Mengenal Lebih Dekat Sosok Ipda Purnomo, Rawat 7.000 ODGJ Selama 10 Tahun, Langsung Dipanggil Presiden Prabowo
facebook @Dasar Desus Cerdas
Ipda Purnomo dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Jakarta, dianggap sebagai polisi inspiratif.

POSMETRO MEDAN- Kisahnya bermula dari sebuah perempuan paruh baya yang ditemukan terlantar tanpa busana di jalanan Babat, Lamongan, Jawa Timur, sekitar tahun 2015 silam.

Tidak ada yang merawatnya. Tidak ada yang mengurus!

Nah, Ipda Purnomo yang saat itu bertugas sebagai Bhabinkamtibmas memutuskan membawa perempuan asal Kediri bernama Murniatun itu pulang ke rumahnya.

Baca Juga:

Sebelas tahun berselang, Rabu 1 Juli 2026, Kanit Binmas Polres Lamongan Ipda Purnomo berdiri di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam upacara puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Jakarta.

Presiden menyerahkan penghargaan Polisi Inspiratif langsung ke tangannya — penghargaan yang merangkum satu dekade kerja yang tidak pernah dia rencanakan menjadi terkenal.

Baca Juga:

Selama 10 tahun itu, Ipda Purnomo dan tim Yayasan Berkah Bersinar Abadi yang dikelolanya secara mandiri di Lamongan telah merawat sekitar 7.000 orang dengan gangguan jiwa dari berbagai daerah di Indonesia.

Angka yang terdengar besar itu bukan hasil program pemerintah, bukan anggaran dinas.

Sumbernya, gaji polisi, penghasilan konten media sosial, dan donasi masyarakat yang datang setelah kisahnya tersebar.

Di yayasan itu,--sebagaimana dikabarkan dalam sebuah postingan anonim facebook @Dasar Desus Cerdas yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Senin 17 Agustus 2026-- kapasitas pasien yang dirawat dan menetap dalam satu waktu kini mencapai 280 hingga 300 orang.

Mereka datang dari Pacitan, Kediri, dari berbagai sudut Jawa Timur dan provinsi lain yang mengirimkan anggota keluarganya karena tidak tahu harus ke mana lagi.

Beberapa pasien Pacitan bahkan sudah dipulangkan ke keluarga dalam kondisi pulih — sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil oleh lingkungan sekitarnya.

Di luar merawat ODGJ, Ipda Purnomo juga menjalankan program "Amplop Senyum" untuk anak yatim dan dhuafa, menyediakan layanan ojek gratis untuk pelajar, membantu biaya pendidikan anak-anak yang tidak mampu, dan telah membantu bedah lebih dari 100 unit rumah warga miskin di sekitar wilayah tugasnya.

"Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh pihak yang selama ini ikut bergerak," katanya usai menerima penghargaan.

Semboyan yang dipegang selama ini cukup sederhana: "Dedikasi untuk Kemanusiaan, Inspirasi untuk Negeri."

Tidak ada yang menduganya akan sampai ke podium nasional. Ipda Purnomo sendiri mungkin juga tidak pernah menyangka— ketika dia memutuskan membawa Murniatun pulang sebelas tahun silam, padahal dia cuma gak tega membiarkan seseorang sendirian di jalanan.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Alamak! Oknum Polisi Diduga Berbuat Anu di Dalam Mobil Diamankan Warga
Diduga Ngaku Polisi, Peras dan Aniaya Korban Hingga Meninggal Dunia, Dua Pelaku Komplotan Rampok Diringkus
Ngaku Dapat Sabu dari Inisial Z, Satu Pria dan Dua Wanita Ditangkap di Bilah Hilir
Viral! Video Dugaan Setoran Bandar Sabu ke Oknum Polisi, Polres Langkat Bergerak Lakukan Penelusuran
Ngaku Polisi Nuduh Warga Bawa Narkoba, Melawan..Lalu Dianiaya Hingga Tewas, Ini 2 Pelakunya
2 Pelaku Penembak 3 ASN di Jayawijaya DPO
komentar
beritaTerbaru